RADAR SURABAYA - Fenomena kumpul kebo yang berujung dengan kasus mutilasi di salah satu rumah kos di Lidah Wetan, Surabaya, mendapat sorotan banyak pihak. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan rumah kos di Kota Pahlawan.
Menyikapi fenomena tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Achmad Zaini menegaskan, pihaknya menaruh perhatian serius terkait kejadian tragis itu. Menurut Zaini, pihaknya akan menggalakkan kembali razia pada rumah kos rumah kos yang ada di Surabaya.
"Iya, itu jadi perhatian kami. Kami juga berterima kasih karena sudah diingatkan. Nanti kami akan galakkan kembali perihal razia kosan ini," ujar Zaini kemarin (12/9).
Kendati begitu, Zaini menambahkan, pihaknya masih akan merapatkan terlebih dahulu bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan fenomena ini. Sebab, terkait operasional rumah kos ini melibatkan lintas sektor.
"Iya, betul. Jadi, lintas OPD itu seperti Dispendukcapil Kota Surabaya terkait pendataan warga yang bermukim di sana. Lalu perizinannya bagaimana. Baru nanti mengenai tindak lanjutnya bagaimana setelah rapat itu," tuturnya.
Lebih jauh, Zaini berkomitmen akan segera mengambil tindak lanjut untuk menyikapi kejadian ini. Tujuannya agar menciptakan kondisi yang kondusif bagi warga Kota Pahlawan.
"Nanti kita cek dulu dalam dua minggu terakhir ini seperti apa. Lalu kita rapatkan tadi. Yang pasti, nanti kita hidupkan lagi razia-razia di rumah kos sebagai langkah antisipatif dan menciptakan kondisi yang aman dan nyama bagi lingkungan kota Surabaya," ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek