Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wapres Gibran Minta Pengungsi Rentan Diprioritaskan di Denpasar, Korban Tewas 16 Orang

Lambertus Hurek • Jumat, 12 September 2025 | 19:55 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menemui korban banjir di Bali. (ANTARA)
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menemui korban banjir di Bali. (ANTARA)

RADAR SURABAYA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta tim penanganan korban banjir memprioritaskan pengungsi yang memiliki kebutuhan khusus di Denpasar, Bali.

“Warga lanjut usia, bayi, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui yang berkebutuhan khusus tolong diprioritaskan,” kata Gibran saat meninjau pengungsi di Balai Banjar Tohpati, Denpasar, Jumat (12/9).

Selain itu, ia juga meminta agar pengungsi yang mengalami sakit, termasuk penyakit kulit akibat banjir, segera mendapatkan penanganan.

Gibran berharap anak-anak tetap bisa bersekolah dan mengikuti proses belajar mengajar. Ia menegaskan pemerintah akan membangun kembali fasilitas umum yang rusak, seperti sekolah, tempat ibadah, pura, hingga jembatan.

“Pemerintah pusat dan daerah saat ini sedang melakukan asesmen untuk membantu memperbaiki kerusakan rumah maupun tempat usaha yang terdampak,” ucapnya.

Ia menambahkan, sesuai perintah Presiden, pemerintah diminta bergerak cepat memastikan bantuan BNPB sampai tepat sasaran.

Sementara itu, salah satu korban banjir, Ida Ayu Suryawati, mengeluhkan usahanya hancur karena banjir. Toko aksesoris dan kebutuhan telepon seluler miliknya terendam sehingga mengalami kerugian lebih dari Rp40 juta.

“Toko saya itu sudah ludes, hancur dan basah. Semua barang tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menyebut sebanyak 70 kepala keluarga atau 124 jiwa terdampak banjir di wilayah Tohpati, Denpasar Timur. Dari jumlah itu, 20 kepala keluarga atau 28 jiwa masih bertahan di posko pengungsian Balai Banjar Tohpati.

Sebelumnya, BPBD Bali mencatat banjir besar dan tanah longsor terjadi di 123 titik di tujuh kabupaten/kota, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Karangasem, dan Jembrana.

Data BNPB per Kamis (11/9) pukul 17.00 WITA menyebut total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sementara satu orang masih hilang. Rinciannya, 10 korban di Kota Denpasar, dua di Jembrana, tiga di Gianyar, dan satu di Badung. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#banjir bandang #bali #banjir bali #Wapres Gibran #denpasar