Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Setujui Komisi Investigasi Independen Usut Prahara Agustus 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 12 September 2025 | 05:19 WIB
Anggota Gerakan Nurani Bangsa yang juga eks menteri agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hasil pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI
Anggota Gerakan Nurani Bangsa yang juga eks menteri agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hasil pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan kelompok masyarakat sipil, termasuk Gerakan Nurani Bangsa (GNB), untuk membentuk komisi investigasi independen guna menyelidiki rangkaian kerusuhan pada 25 Agustus serta 28–30 Agustus 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Kerusuhan yang kemudian disebut GNB sebagai Prahara Agustus itu diwarnai aksi pembakaran, penjarahan, serta menimbulkan korban jiwa.

Tercatat 10 orang meninggal dunia, termasuk Affan Kurniawan yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri.

Aspirasi Masyarakat Sipil

Lukman Hakim Saifuddin, perwakilan GNB, menegaskan bahwa desakan pembentukan komisi investigasi independen muncul dari aspirasi masyarakat sipil.

“Komisi ini penting untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait Prahara Agustus yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian besar. Presiden telah menyetujui pembentukan itu,

dan detail formatnya akan disampaikan pihak Istana,” ujar Lukman dalam konferensi pers usai pertemuan GNB dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam.

Menurutnya, investigasi independen diperlukan agar unjuk rasa mahasiswa, pelajar, dan aktivis yang berlangsung damai tidak difitnah sebagai penyebab kerusuhan.

“Demo itu kan dilakukan secara damai sebagai bentuk ekspresi aspirasi yang dijamin oleh konstitusi.

Namun kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan, bahkan penjarahan. Untuk menghilangkan fitnah dan tuduhan saling menyalahkan, maka investigasi harus dilakukan,” jelas Lukman.

Harus Independen dan Berintegritas

Lukman menegaskan, komisi tersebut harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas tinggi, profesional, dan mandiri.

“Komisi Investigasi Independen diharapkan memiliki kewenangan yang kuat untuk menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya,” tambahnya.

Pertemuan di Istana

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Gerakan Nurani Bangsa berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh bangsa hadir, di antaranya Romo Franz Magnis-Suseno SJ, Prof. M. Quraish Shihab, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH. Ahmad Mustofa Bisri, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, hingga Alissa Q. Wahid.

Nama tokoh lain yang tergabung dalam GNB antara lain Karlina Rohima Supelli, Pendeta Jacky Manuputty, Pendeta Gomar Gultom, Romo A. Setyo Wibowo SJ, Erry Riyana Hardjapamekas, Eri Seda, Laode Moh. Syarif, Makarim Wibisono, Komaruddin Hidayat, dan Slamet Rahardjo.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Gerakan Nurani Bangsa #presiden prabowo subianto #lukman hakim saifuddin