RADAR SURABAYA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menempatkan KRI Prabu Siliwangi-321 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, mulai awal 2026. Kapal perang buatan Italia ini akan bergabung dengan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.
"KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di pangkalan yang sama dengan KRI Brawijaya-320," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul, Kamis (11/9/2025).
KRI Brawijaya-320 sendiri telah tiba di Surabaya pada 10 September 2025, setelah bersandar di Jakarta pada 8 September 2025.
Kehadiran dua kapal canggih ini di Koarmada II akan difokuskan untuk menjaga keamanan perairan Indonesia bagian tengah.
Namun, Tunggul menegaskan, kapal-kapal ini juga siap dikerahkan untuk misi di wilayah lain jika diperlukan.
Biaya dan Spesifikasi KRI Buatan Italia
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelontorkan dana 1,25 miliar dolar AS untuk membeli dua kapal perang dari Fincantieri, yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
"Harga untuk kedua kapal adalah 1,25 miliar dolar AS," kata Ali dalam jumpa pers usai penyambutan KRI Brawijaya-320 di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025).
Meski demikian, Ali tidak merinci biaya masing-masing kapal. Ia menjelaskan, kedua KRI memiliki spesifikasi canggih, termasuk meriam 127 mm, sistem senjata jarak dekat 25 mm, torpedo antikapal selam, dan rudal berbasis elektronik.
Peran Strategis KRI di Laut Indonesia
Dengan teknologi mutakhir, KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 diharapkan meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Kapal-kapal ini akan menjadi aset penting dalam operasi pengamanan laut, terutama di wilayah tengah Indonesia, sekaligus mendukung misi-misi strategis lainnya.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan