Nepal — Aktivis perempuan Ruth Khadka viral setelah mengunggah pernyataan di akun Instagram @ruth._.khadka yang menyoroti tindakan represif aparat terhadap massa aksi di Nepal. Ia menyebut, kekerasan yang terjadi tidak hanya menyasar demonstran dewasa, tetapi juga anak-anak berseragam sekolah.
"Pendemo damai yang kebanyakan anak-anak sekolah memakai seragam dibunuh. Wanita dan remaja putri menghadapi kekerasan mengerikan dari pemerintah," tulis Ruth.
Menurutnya, lebih dari 30 orang tewas dan 150 lainnya terluka dalam gelombang protes, sebagian besar di antaranya adalah pelajar.
"Lebih dari 30 orang dibunuh dan 150 terluka yang mana kebanyakan anak berseragam sekolah. Itu bukan membela diri tapi pembunuhan. Dan ini bukan krisis nasional tapi pelanggaran hukum internasional," tambahnya.
Ruth juga menyerukan agar organisasi internasional, termasuk UNICEF, turun tangan. Ia menilai warga Nepal masih hidup dalam ketakutan dan dibungkam.
"Ayo kita bersuara. Sebarkan pesan ini dan minta tanggung jawab. Diam hanya akan melindungi para pelaku sedangkan kesadaran dapat menyelamatkan nyawa," tegasnya.
Gelombang protes di Nepal sendiri dipicu berbagai persoalan, mulai dari praktik korupsi, masalah ketenagakerjaan, hingga kecaman terhadap gaya hidup mewah anak pejabat atau yang dikenal dengan istilah Nepo kids. (bil/gab/fir)
Editor : M Firman Syah