Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Impor Beras 2025 Hanya untuk Restoran Khusus, Indonesia Targetkan Swasembada Pangan

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 11 September 2025 | 13:34 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

RADAR SURABAYA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa isu impor beras yang beredar perlu diluruskan.

Beras impor tidak ditujukan untuk konsumsi masyarakat luas, melainkan untuk kebutuhan restoran tertentu, seperti restoran Jepang yang menggunakan beras khusus berbutir kecil dan restoran Arab serta India yang membutuhkan beras basmati.

“Ada simpang siur soal impor beras. Yang dimaksud adalah beras khusus untuk restoran Jepang, yang tidak bisa diganti dengan beras lokal. Begitu pula beras basmati untuk masakan Arab dan India,” ujar Sudaryono di Jakarta, Rabu (10/9).

Menurutnya, impor beras ini bersifat terbatas dan spesifik, berbeda dengan beras medium untuk konsumsi rumah tangga yang dipastikan cukup dari produksi dalam negeri.

“Kami tidak mengimpor beras medium. Kebutuhan pokok masyarakat dipenuhi oleh petani Indonesia,” tegasnya usai membuka Seminar Nasional Mahasiswa Pertanian Popmasepi.

Target Swasembada Pangan 2025

Pemerintah menegaskan komitmen menjaga kedaulatan pangan dengan menargetkan nol impor beras, jagung, dan gula konsumsi pada 2025.

Sudaryono menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ini, didukung penuh oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Presiden telah menetapkan target swasembada pangan. Bersama Pak Amran, kami mendukung penuh untuk mewujudkan nol impor beras, jagung, dan gula konsumsi pada 2025,” ungkapnya.

Stok Beras Melimpah, Impor Turun Drastis

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa hingga September 2025, Indonesia tidak mengimpor beras.

Stok beras nasional mencapai 4 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1–2 juta ton.

“Tahun lalu, impor beras mencapai 3–4 juta ton. Kini, kerja keras petani menjaga kedaulatan pangan nasional terbukti berhasil,” ujar Amran di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).

Capaian ini menjadi bukti keberhasilan kebijakan pangan nasional di bawah visi Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas petani untuk menjaga stabilitas harga dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#swasembada pangan #impor beras #basmati #Wakil Menteri Pertanian Sudaryono