Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penerimaan Pajak Anjlok 5,29 Persen, Target APBN Baru Capai 47 Persen

Muhammad Firman Syah • Kamis, 11 September 2025 | 03:56 WIB
Dirjen pajak membahas penurunan penerimaan pajak dan upaya kejar target APBN 2025.
Dirjen pajak membahas penurunan penerimaan pajak dan upaya kejar target APBN 2025.

Jakarta – Kinerja penerimaan pajak nasional hingga Juli 2025 menunjukkan tekanan signifikan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 990,01 triliun, turun 5,29 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencapai Rp 1.045,3 triliun.

Laporan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Selasa (10/9). Meski tidak mengungkap secara rinci penyebab penurunan, Bimo menyoroti adanya peningkatan kontribusi pajak terhadap total pendapatan negara.

“Sejak Mei konsisten tumbuh positif. Juli ke Agustus juga tumbuh sedikit meski kondisi cukup sulit,” klaim Bimo.

Kontribusi pajak terhadap pendapatan negara tercatat naik dari 67,63 persen pada Januari–Juli 2024 menjadi 69,3 persen pada periode yang sama tahun ini. Namun, capaian sebesar Rp 990 triliun tersebut baru merepresentasikan 47,2 persen dari target penerimaan dalam APBN 2025, yang ditetapkan sebesar Rp 2.189,3 triliun. Dengan sisa waktu lima bulan menuju akhir tahun, tantangan DJP untuk mengejar target semakin berat.

Berdasarkan rincian, PPh Badan menjadi penyumbang terbesar dengan Rp 174,47 triliun, namun mengalami penurunan 9,1 persen secara tahunan. Sebaliknya, PPh Orang Pribadi menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,7 persen dengan capaian Rp 14,98 triliun, hampir mencapai 100 persen dari target tahunan.

Di sisi lain, PPN dan PPnBM yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara, justru mengalami penurunan tajam. Realisasi penerimaan dari sektor ini hanya sebesar Rp 350,62 triliun atau turun 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, PBB mengalami lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 129,7 persen menjadi Rp 12,53 triliun.

Situasi ini menandakan bahwa meskipun ada sejumlah komponen yang tumbuh, tekanan terhadap keseluruhan penerimaan pajak masih besar. Pemerintah perlu melakukan strategi intensif dalam lima bulan ke depan untuk menutup selisih yang cukup signifikan terhadap target APBN 2025. (kvn/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#rapat kerja #komisi xi dpr ri #Bimo Wijayanto #direktorat jendeal pajak (djp) #penerimaan pajak