Jakarta - Publik ramai membicarakan Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah pernyataannya di media sosial menyinggung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Dalam unggahannya, Yudo menyebut bahwa ayahnya telah "melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar sebagai menteri," merujuk pada Sri Mulyani.
Pernyataan itu memicu reaksi keras warganet. Banyak yang menilai tudingan Yudo berlebihan, tidak berdasar, bahkan dianggap tuduhan serius tanpa bukti. Akibat kontroversi, akun media sosial Yudo kini dikunci (private), sementara namanya terus menjadi perbincangan di jagat digital.
Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (8/9), turut menjadi sorotan. Momen serah terima jabatan dari Sri Mulyani terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @silent.majority36.
Purbaya dalam kesempatan itu menyampaikan klarifikasi terkait isu tuntutan 17+8 serta berjanji membawa Kementerian Keuangan ke arah lebih transparan dan pro-rakyat.
Yudo Sadewa dikenal di komunitas digital sebagai trader aset kripto. Ia aktif sebagai scalper, pelaku pasar yang melakukan jual-beli aset digital dalam rentang waktu singkat, sekaligus membagikan konten edukatif terkait aset digital melalui wadah pembelajaran kripto yang banyak diikuti anak muda.
Nama Yudo sudah dikenal pecinta kripto sejak 2022, ketika ia mengaku meraup keuntungan ratusan juta rupiah dari aset Shiba Inu saat masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai profesi utama atau kiprahnya di luar dunia digital.
Pengangkatan Purbaya sebagai Menkeu membawa harapan baru bagi stabilitas fiskal dan penguatan ekonomi nasional. Namun, kontroversi yang melibatkan anaknya memperlihatkan bagaimana dinamika era digital dapat memengaruhi citra pejabat publik. Pemerintah diharapkan semakin memperkuat komunikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi yang memicu kesalahpahaman masyarakat.(dwi/ris/fir)
Editor : M Firman Syah