Jakarta - Pengguna internet di Indonesia kembali mencatatkan rekor. Laporan terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut hingga semester pertama 2025 terdapat 229,4 juta jiwa yang terkoneksi internet, atau 80,66 persen dari total penduduk.
Media sosial menjadi aktivitas digital paling dominan. Survei menunjukkan 24,8 persen waktu berselancar dihabiskan di platform seperti TikTok, YouTube dan Instagram. Aktivitas lain meliputi pencarian berita dan informasi (15,04 persen), transaksi online (14,95 persen), serta hiburan (14,68 persen).
Dari sisi usia, Generasi Z menduduki posisi teratas dengan 25,54 persen pengguna internet, diikuti Milenial (25,17 persen) dan Generasi Alpha (23,19 persen). Angka ini menunjukkan internet telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi yang lahir di era digital.
Dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan SMA/sederajat mendominasi dengan 33,13 persen, disusul lulusan SMP (22,36 persen) dan SD (19,81 persen). Menariknya, kelompok tanpa ijazah formal juga cukup banyak menggunakan internet, yakni 13,17 persen.
Penetrasi internet di perkotaan tercatat 83,56 persen, sementara di pedesaan mencapai 76,96 persen. Perbedaan yang semakin tipis ini sejalan dengan meluasnya jaringan 4G dan fiber optik di berbagai daerah.
Data APJII menunjukkan, semakin tinggi pendidikan dan penghasilan, semakin besar peluang seseorang mengakses internet.
Sebanyak 91,27 persen pengguna berpendidikan tinggi, tidak tamat SD 42,66 persen, pendapatan di atas Rp 6 juta/bulan 91,47 persen dan pendapatan di bawah Rp 1 juta/bulan 70,73 persen.
Sebagian masyarakat masih belum terkoneksi. Alasannya beragam, tidak memiliki perangkat (43,62 persen), memiliki perangkat tetapi tidak tahu cara menggunakannya (40,77 persen), serta tidak merasa butuh internet (3,24 persen).
Smartphone Jadi Akses Utama
Mayoritas masyarakat mengakses internet melalui smartphone (83,39 persen). Sisanya menggunakan laptop (11,42 persen) dan smart TV (2,52 persen).
Meski jumlah pengguna internet meningkat, tantangan tetap mengemuka. Isu keamanan siber, peredaran hoaks, serta dampak kesehatan mental akibat penggunaan berlebihan menjadi perhatian utama.
Dengan pengguna yang menembus 229 juta jiwa, tren digital Indonesia dipastikan terus berkembang. Namun, literasi digital dan perlindungan pengguna tetap menjadi kunci agar internet memberi manfaat optimal bagi semua lapisan masyarakat. (dwi/ris/fir)
Editor : M Firman Syah