Radar Surabaya – Ketergantungan Indonesia terhadap impor alat kesehatan masih cukup tinggi, yakni mencapai 70 persen dari total peredaran alat kesehatan di dalam negeri. Namun, dalam tiga tahun terakhir, industri alat kesehatan nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa produksi alat kesehatan dalam negeri meningkat hingga 3,5 kali lipat sejak 2022. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan pasar domestik dan kesadaran terhadap pentingnya kemandirian industri alat kesehatan pasca pandemi COVID-19.
“Saat ini capaian kita belum optimal, jadi alat kesehatan dalam negeri ini masih sekitar 30 persen yang dibandingkan dengan seluruh alat kesehatan yang beredar di Indonesia, jadi 70 persennya masih impor,” ujar Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, dalam keterangannya.
Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi sektor kesehatan Indonesia. Saat itu, kelangkaan alat vital seperti ventilator dan mesin anestesi menunjukkan kerentanan rantai pasok global yang berdampak langsung pada sistem pelayanan kesehatan nasional.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah mendorong penguatan industri alat kesehatan dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
“Kini, dengan hadirnya produksi dari dalam negeri, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menciptakan multiplier effect ekonomi yang luar biasa berupa penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur, peningkatan kapasitas R\&D domestik, dan potensi ekspor ke pasar regional ASEAN maupun global,” ujar Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian, Solehan.
Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa produsen alat kesehatan lokal mulai mampu bersaing dalam pasar domestik, serta membuka peluang untuk masuk ke rantai pasok regional dan global. Pemerintah juga terus mendorong penguatan ekosistem industri, termasuk regulasi, insentif, dan pengembangan teknologi, untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ini. (akr/mel/fir)
Editor : M Firman Syah