Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Surabaya, Warga Antusias Saksikan Fenomena Langka di Kenjeran Park

Rahmat Sudrajat • Senin, 8 September 2025 | 20:49 WIB
Pengamatan gerhana bulan di kawasan Kenpark Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Pengamatan gerhana bulan di kawasan Kenpark Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Fenomena gerhana bulan total menghiasi langit Surabaya pada Senin dini hari (7/9). Puluhan warga Surabaya berkumpul di Kenjeran Park untuk menyaksikan peristiwa langka ini. Dengan menggunakan teleskop, mereka mengamati gerhana bulan total yang memancarkan warna merah memukau.

Ketua Surabaya Astronomy Club (SAC) Muhammad Rizky Pradana, menjelaskan bahwa gerhana bulan total di Surabaya terlihat jelas meskipun sempat terhalang awan tebal pada fase penumbra sekitar pukul 22.28 WIB.

"Ketika masuk fase penumbra pukul 22.28, awan mulai tebal sehingga mengganggu pengamatan," ujarnya.

Baca Juga: Tunjangan Rumah DPRD DKI Rp 70 Juta Jadi Perbincangan Publik, Mahasiswa Gelar Aksi Protes

Namun, sekitar pukul 24.00 WIB, langit mulai cerah dan gerhana bulan total dapat diamati dengan baik. Fase total gerhana terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan berakhir pada pukul 03.55 WIB, kembali menjadi bulan purnama biasa. "Warna merah mulai terlihat akan hilang jam 2 kurang," imbuh Pradana.

Dalam pengamatan tersebut, SAC juga melakukan pencatatan dan pengamatan yang akan menjadi dasar penelitian astronomi.

"Kami juga mencatat perkembangan gerhana bulan total. Datanya dikumpulkan untuk penelitian dalam menggambarkan seberapa terang bulan saat gerhana. Nah, itu akan digunakan untuk teman-teman dari astronomi," jelasnya.

Baca Juga: Hadir Offline dan Online, DOKU Travel Fest 2025 Perluas Kolaborasi Merchant dan Partner

Dalam pengamatan ini pihaknya menggunakan enam teleskop jenis reflektor, baik yang kecil maupun besar, untuk mengamati gerhana bulan total. Pradana mengaku Kenjeran Park Surabaya dipilih sebagai lokasi pengamatan karena tidak terhalang apa pun dari arah timur dan barat, serta memiliki kondisi langit yang cukup terang.

Sedangkan di tempat terbuka lainnya di Surabaya menurutnya banyak halangan mulai dari pandangan serta langit yang gelap, sehingga kurang representatif untuk melakukan pengamatan.

"Dipilihnya tempat ini karena lokasinya tak terhalang apapun pandangan dari timur dan barat tidak terhalang dan lokasinya tidak gelap," kata Pradana.

Ia juga menambahkan bahwa animo masyarakat untuk menyaksikan gerhana bulan total sangat tinggi, terutama setelah pandemi COVID-19.

"Animo masyarakat baik karena event gerhana setelah pandemi karena 2021 pengamatan bersama secara live streaming karena pandemi," ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Surabaya Eka, mengaku baru pertama kali melihat gerhana bulan total secara langsung. Ia merasa takjub dan bersyukur dapat menyaksikan fenomena alam yang langka ini.

"Luar biasa dan bisa melihat dengan penuh gerhana bulan dan ini kesempatan melihat langsung dan bersyukur. Ternyata wujud bulan seperti itu," ungkapnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#gerhana bulan total #kenjeran park #pengamatan gerhana bulan total #gerhana bulan