Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kapuspen TNI Klarifikasi Isu Oknum Militer Jadi Provokator Unjuk Rasa Anarkis

Lambertus Hurek • Sabtu, 6 September 2025 | 20:37 WIB
Konferensi pers menanggapi aksi unjuk rasa di sejumlah kota di Indonesia. (IST)
Konferensi pers menanggapi aksi unjuk rasa di sejumlah kota di Indonesia. (IST)

RADAR SURABAYA – Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, tudingan yang menyebut prajurit TNI sebagai provokator dalam sejumlah unjuk rasa adalah hoaks. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025).

Menurut Freddy, beredarnya berita dan konten hoaks yang menyudutkan TNI sudah menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Salah satu isu yang ramai adalah kabar personel Bais TNI ditangkap saat aksi di Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025. Isu ini menyebar cepat di media sosial dan dikemas dengan framing yang menyesatkan.

Selain itu, tersebar pula video Pratu Handika Novaldo, prajurit TNI yang diamankan Brimob Polda Sumsel saat kerusuhan di DPRD Sumsel (31/8/2025), kabar bohong pria di Sumut yang mengaku anggota TNI dan dituding provokator demo, pemberitaan palsu di Ternate tentang pemuda yang ditangkap karena disebut prajurit TNI penghasut kerusuhan, serta video seorang pria yang mengaku diperintah anak anggota TNI menyerang Markas Brimob Cikeas.

Freddy menegaskan, semua informasi itu hoaks yang sengaja digiring dengan narasi menyesatkan. “Karena berkaitan dengan beredarnya foto, video, maupun konten-konten bernarasi negatif dan framing menyesatkan, yang sebenarnya sudah saya sampaikan lima hari lalu, itu hoaks, tidak benar,” ujarnya.

Kapuspen TNI menambahkan, TNI sejak awal melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk meredam dampak hoaks. Menurut dia, isu semacam ini sengaja digoreng untuk memecah soliditas aparat maupun relasi dengan masyarakat.

“Sejak bergulirnya kejadian-kejadian ini, TNI intens melakukan koordinasi terkait masalah ini. Potensi benturan antara TNI-Polri atau aparat dengan masyarakat sangat besar, dan itu otomatis bisa memecah-belah persatuan bangsa,” ungkap Freddy.

Menutup keterangannya, Kapuspen TNI memastikan hubungan TNI-Polri tetap solid dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional. “Sampai saat ini, TNI-Polri solid dalam menjaga keamanan nasional, serta terus bersinergi menciptakan rasa aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Provokasi Masyarakat Serang Polisi #unjuk rasa anarkis #hoax tni provokator #hoax provokatif #Provokator Demo #Oknum TNI