Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rencana Renovasi Gedung Negara Grahadi, Khofifah Sebut Segera Dibangun Sesuai Desain Arsip Perpustakaan Jatim

Mus Purmadani • Jumat, 5 September 2025 | 22:33 WIB

 

 

Gedung Negara Grahadi Surabaya sehari setelah dibakar massa. (HUREK/RADAR SURABAYA)
Gedung Negara Grahadi Surabaya sehari setelah dibakar massa. (HUREK/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rencana renovasi Gedung Negara Grahadi sisi barat pasca kerusuhan akhir pekan lalu. Pemprov telah menggelar rapat dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

“Rapat dengan menyertakan delapan stakeholders. Sejarawan, kemudian pakar cagar budaya, kita libatkan untuk bisa memberikan pendapat bagaimana proses renovasi bisa sesegera mungkin kita lakukan,” ujarnya, Jumat (5/9).

Gubernur menegaskan renovasi Grahadi mendesak dilakukan, mengingat kerusakan pada bagian bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi. “Sedih kalau kita lihat kayu jatinya itu, kayu jati zaman Belanda. Kita mungkin bisa mendapatkan kayu jati sebesar itu, tapi kualitasnya tidak mudah didapat karena ini kayu jati yang sudah ratusan tahun. Hampir semuanya hangus,” kata Khofifah.

Ia yakin aksi pembakaran dan perusakan saat aksi massa pada Sabtu malam (30/8) lalu bukan dilakukan oleh warga Jawa Timur. “Saya tidak meyakini yang tega merusak itu orang Jawa Timur. Saya meyakini orang Jawa Timur baik. Kalau mereka menyampaikan pendapat, ya orasi. Mereka mengkritik, ya mengkritik. Tapi saya rasa mereka tidak akan tega merusak cagar budaya,” tegasnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara damai. “Silakan semua menyampaikan pendapat, silakan semua orasi, silakan mengkritik. Setiap Kamis juga ada di depan Grahadi, semua boleh bersuara, berpendapat, jangan merusak. Sampaikan semua pendapat, pemikiran, kritik dengan damai,” katanya.

Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi bukan hanya soal nilai materi, melainkan juga nilai sejarah yang sulit digantikan. “Nilai kerugian, bagaimana cara menghitung nilai sejarah? Itu heritage,” ujarnya.

Khofifah juga menegaskan bahwa Gedung Negara Grahadi adalah simbol pemerintahan yang terbuka untuk publik. “Itu bukan kantornya Pak Wagub. Itu ruang menerima tamu. Jadi, Pak Wagub sebenarnya kantornya di Jalan Pahlawan. Biasa menerima tamu di situ,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, renovasi Gedung Negara Grahadi sisi barat, tidak akan mengembalikan bentuk gedung itu 100 persen seperti semula. "Bisa dibangun, tapi hal-hal seperti relief-reliefnya tidak bisa dijamin sama dengan aslinya. Tapi bahwa seandainya itu semacam replikasi kita sudah menemukan teknik arsitekturnya tapi bahwa untuk seperti semula tidak mudah," katanya.

Khofifah tak bisa memperkirakan total kerugian imbas terbakarnya Gedung Negara Grahadi. Meski demikian, pihaknya mulai merancang proses pengerjaan renovasi Gedung Negara Grahadi sisi barat.

Ia telah mengumpulkan delapan stakeholder terkait untuk membahas perencanaan renovasi Gedung Grahadi. Selain itu dokumen basis arsitektur Gedung Negara Grahadi sudah didapatkan pemprov dari arsip perpustakaan Jawa Timur. Dokumen itu akan menjadi acuan teknik arsitektur untuk merenovasi ulang cagar budaya tersebut.

"Alhamdulillah, kita sudah menemukan basis arsitekturnya, kita mendapatkan di arsip perpustakaan Jawa Timur," katanya.

Khofifah mengatakan, anggaran renovasi Grahadi akan didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, soal keseluruhan anggaran renovasi yang dibutuhkan, hal itu masih dalam tahap penghitungan. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#renovasi gedung grahadi #Tim Cagar Budaya #Gedung Grahadi dibakar #gedung negara grahadi #khofifah indar parawansa #gubernur jawa timur