Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Berisiko, Begini Dampaknya pada Mata

Muhammad Firman Syah • Jumat, 5 September 2025 | 17:18 WIB
Berbagai resiko dari paparan gas air mata.
Berbagai resiko dari paparan gas air mata.

Jakarta - Dampak paparan gas air mata kembali menjadi sorotan usai penggunaannya dalam aksi demonstrasi beberapa waktu terakhir. Muncul pertanyaan publik, apakah gas ini dapat menyebabkan kebutaan permanen?

Seorang dokter spesialis mata menegaskan, risiko tersebut sangat jarang terjadi.

"Jarang menyebabkan kebutaan permanen," ujarnya, Kamis (4/9).

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi kerusakan meningkat bila paparan berlangsung intens, tidak segera ditangani, atau mengenai penderita dengan riwayat penyakit mata.

"Misalnya kornea tipis, dry eye berat, atau trauma sebelumnya. Itu dapat menimbulkan kerusakan kornea permanen yang bisa menurunkan tajam penglihatan," tambahnya.

Dalam banyak kasus, efek gas air mata bersifat sementara bila ditangani dengan benar. Reaksi yang kerap muncul di antaranya iritasi akut, penglihatan kabur, mata merah dan bengkak, hingga keratitis pada paparan berat.

Risiko bertambah besar jika gas air mata yang digunakan sudah kedaluwarsa.

"Produk kedaluwarsa bisa mengalami perubahan komposisi kimia. Risiko iritasi lebih berat karena bahan kimia yang terurai dapat lebih toksik," jelasnya.

Ia menekankan, penanganan cepat menjadi kunci. Langkah awal yang dianjurkan yakni, menjauh dari sumber paparan, tidak mengucek mata, membilas dengan air bersih atau larutan saline 10–15 menit, melepaskan lensa kontak bila digunakan dan segera memeriksakan diri ke dokter bila keluhan berlanjut.

Terkait praktik demonstran yang mengoleskan pasta gigi di sekitar mata, ia menegaskan hal itu tidak dianjurkan.

"Pasta gigi justru mengandung bahan yang bisa menambah iritasi. Penanganan terbaik tetap dengan air bersih atau saline," katanya.

Secara umum, paparan gas air mata menimbulkan iritasi sementara. Versi kedaluwarsa lebih berisiko karena berpotensi lebih toksik. Meski demikian, kebutaan permanen tetap sangat jarang terjadi bila segera ditangani. (dwi/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#kebutaan #dampak #Resiko #gas air mata kadaluarsa #penyakit mata