Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ribuan Lilin Perdamaian Dinyalakan di Kampus Unesa, Simbol Harapan di Tengah Situasi Negeri yang Tidak Baik-Baik Saja

Rahmat Sudrajat • Kamis, 4 September 2025 | 17:26 WIB
 
RADAR SURABAYA - Di tengah situasi nasional yang memanas akibat gelombang demonstrasi beberapa waktu lalu, civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar doa untuk negeri di Lapangan Rektorat Unesa, Rabu (3/9) malam.
 
Acara ini dihadiri oleh jajaran rektor, dosen, dan mahasiswa. Selain doa bersama, mereka juga membacakan pernyataan sikap serta menyalakan ribuan lilin perdamaian untuk Indonesia.
 
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah seruan kepada seluruh warga Indonesia untuk menciptakan suasana yang sejuk, damai, dan kondusif. 
 
 
"Semua harus menahan diri, agar kejadian yang akhir-akhir ini terjadi tidak terulang lagi. Agar mimpi kita bersama, mimpi Bapak Presiden Prabowo bisa terlaksana dengan baik dan kita menjadi bangsa besar di tahun 2045," ujarnya.
 
Prof. Nurhasan juga berharap agar TNI/Polri menahan diri untuk tidak represif. Ia juga berharap apabila ada teman-teman mahasiswa dan masyarakat yang dijamin undang-undang menyuarakan pikirannya dan haknya, bisa diterima dengan baik.
 
 "Semoga ini bisa menjadi  evaluasi terukur agar masyarakat dan bangsa kita menjadi damai, adil, dan sejahtera sesuai harapan Bapak Presiden," harap Cak Hasan sapaan akrabnya.
 
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembebasan lima mahasiswa Unesa yang sempat ditahan saat aksi demonstrasi sebelumnya. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Ini penting untuk kita semua agar bisa menahan diri untuk kedamaian dan ketenangan bangsa kita karena kita perlu cepat membangun dan beradaptasi di era yang penuh ketidakpastian," katanya.
 
 
Prof. Nurhasan menambahkan, kondisi saat ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk berbenah diri. "Saya yakin pemerintah dan aparat akan bekerja keras untuk kepentingan rakyat," tegasnya.
 
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, Muhammad La Rayba Fie, menyatakan keprihatinannya atas kerusakan cagar budaya, seperti Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari. 
 
"Kami sangat menyayangkan Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari yang telah dibakar Sabtu malam di Surabaya. Itu merupakan peninggalan bangsa. Kami juga menuntut usut tuntas siapa dalang di balik kerusuhan ini semua," ujarnya.
 
Arfi sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Unesa murni menyuarakan keresahan masyarakat tanpa tendensi apapun. "Kami memastikan tidak dari mahasiswa. Mahasiswa aksinya kondusif, terbukti kemarin kami aksi di Mapolda Jatim hanya menuntut bebaskan kawan kami yang ditahan," jelasnya. (*'
Editor : Lambertus Hurek
#lilin perdamaian #Universitas Negeri Surabaya #BEM Unesa #unesa doa bersama #UNESA 2025 #Rektor Unesa Prof Nurhasan