Jakarta — District Blok M, atau yang dikenal sebagai Plaza 2 Blok M, Jakarta Selatan, kini tampak sepi setelah sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memutuskan hengkang dari kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi pada Rabu siang (3/9), menunjukkan bahwa dari puluhan kios yang tersedia, hanya belasan yang masih beroperasi. Sebagian besar kios yang masih buka berada di sisi timur kawasan, berdekatan dengan Blok M Square, dan didominasi oleh penjual aksesori elektronik serta jam tangan.
Kondisi berbeda terlihat di sisi barat, yang berdekatan dengan terminal. Di area ini, hampir seluruh kios makanan terlihat tutup. Hanya enam gerai kuliner yang masih bertahan, di antaranya penjual cemilan, es teler, dan dua gerai makanan berat.
Kawasan District Blok M sempat mengalami puncak kejayaan pada akhir 2024. Kebangkitan kawasan ini dipicu oleh popularitas gerai Nasi Matah Blok M, yang kemudian memicu gelombang kedatangan UMKM kuliner lain. Beberapa di antaranya bahkan sempat viral di media sosial dan menarik animo tinggi dari masyarakat.
Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Belakangan, media sosial diramaikan oleh unggahan pamit dari sejumlah akun UMKM yang mengumumkan pengunduran diri dari Plaza 2 Blok M. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa lonjakan harga sewa menjadi penyebab utama, dengan angka yang dikabarkan mencapai Rp15 juta per bulan.
Kendati demikian, informasi tersebut tidak sepenuhnya dibenarkan oleh pelaku usaha yang masih bertahan. Seorang pedagang pangkas rambut yang telah menjalankan usahanya selama tiga tahun di kawasan itu menyatakan bahwa harga sewa kios relatif stabil.
“Gak tau ya, saya juga bingung, sewa di sini masih normal, sekitar Rp 3,5 juta per bulan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar kios yang tutup merupakan gerai makanan binaan UMKM. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan kawasan dan ketimpangan informasi terkait harga sewa disebut turut memengaruhi kondisi terkini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola District Blok M mengenai penyusutan jumlah pelaku usaha serta isu tarif sewa yang menjadi perbincangan publik. (kvn/mel/fir)
Editor : M Firman Syah