Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Domino’s Pizza Tutup 200 Gerai, Rugi Rp 39 Miliar pada Paruh Pertama 2025

Muhammad Firman Syah • Rabu, 3 September 2025 | 21:35 WIB
Domino’s Pizza Enterprises (DPE) rugi Rp39,59 miliar pada paruh pertama 2025, tutup 200 gerai di Jepang dan pangkas dividen lebih dari separuh.
Domino’s Pizza Enterprises (DPE) rugi Rp39,59 miliar pada paruh pertama 2025, tutup 200 gerai di Jepang dan pangkas dividen lebih dari separuh.

Jakarta - Domino’s Pizza Enterprises (DPE), operator waralaba Domino’s Pizza asal Australia, mencatat kerugian besar pada paruh pertama 2025. Dalam laporan keuangan terbaru, perusahaan melaporkan rugi bersih 3,7 juta dolar Australia atau sekitar Rp 39,59 miliar. Angka ini berbalik tajam dibandingkan laba bersih 96 juta dolar Australia (sekitar Rp 1,03 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk meredam tekanan keuangan, DPE menutup lebih dari 200 gerai, mayoritas di Jepang, sebagai bagian dari strategi merampingkan bisnis. Perusahaan juga memangkas pembayaran dividen final lebih dari separuh guna memperkuat arus kas.

Langkah restrukturisasi ini dipimpin langsung oleh miliarder 83 tahun sekaligus pemegang saham terbesar, Jack Cowin, yang kembali menjabat sebagai interim executive chairman. Ia mengambil alih kendali setelah CEO sebelumnya, Mark van Dyck, mengundurkan diri akibat dinilai lamban menjalankan rencana efisiensi.

"Para pemegang saham telah kehilangan kesabaran, Cowin yang turun langsung adalah hal positif," ujar Romano Sala Tenna, manajer portofolio Katana Asset Management.

Secara global, penjualan Domino’s mengalami kontraksi Asia turun 7,1 persen, Eropa 6,9 persen, serta Australia–Selandia Baru 5,2 persen. Pasar Jepang dan Prancis menjadi titik lemah utama, di tengah persaingan ketat dengan platform pesan-antar dan pemain baru makanan cepat saji.

Selain efisiensi operasional, perusahaan juga menekan biaya teknologi informasi yang dinilai tidak lagi memberikan keunggulan kompetitif. Langkah ini diharapkan mampu menjaga relevansi dan memperbaiki kesehatan finansial Domino’s ke depan. (wfq/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#Efisiensi Bisnis #tutup gerai #pizza #Dominos Pizza #cepat saji #kerugian #waralaba