Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polda Jabar Klarifikasi Penggunaan Gas Air Mata saat Demo di Unpas dan Unisba

Muhammad Firman Syah • Rabu, 3 September 2025 | 17:22 WIB
Klarifikasi Polda Jabar atas penggunaan gas air mata.
Klarifikasi Polda Jabar atas penggunaan gas air mata.

Bandung - Polda Jawa Barat memberikan penjelasan terkait beredarnya rekaman video kericuhan di sekitar kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), kawasan Jalan Taman Sari, Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa aparat kepolisian bersama unsur TNI saat itu tengah melakukan patroli gabungan berdasarkan laporan masyarakat dan pemantauan intelijen.

"Ketika aparat tiba di kawasan Jalan Taman Sari, ditemukan tumpukan kayu, batu dan ban yang dibakar. Pada saat bersamaan terlihat sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga bagian dari kelompok anarko," ujar Hendra, Selasa (2/9).

Hendra menuturkan kelompok tersebut melakukan pemblokiran jalan dengan cara anarkistis dan diduga sengaja memancing aparat agar mundur ke area kampus Unisba, sehingga terkesan menyerang kampus.

Menurutnya, aparat tetap berusaha menjaga kendali.

"Kami memilih tetap tenang, tidak terpancing dengan pola yang mereka buat dan melakukan penyisiran di sepanjang jalan," tuturnya.

Dalam rekaman video yang dimiliki polisi, lanjut Hendra, kelompok anarko terlihat melempar bom molotov ke arah petugas patroli bermotor, mobil patroli, hingga kendaraan taktis Brimob.

"Gas air mata ditembakkan di jalan raya, namun kemudian terbawa angin ke arah parkiran Unisba. Justru itu yang mereka harapkan, karena provokator anarko memang menunggu momen untuk memancing benturan antara mahasiswa dengan aparat," jelasnya.

Hendra menegaskan isu aparat masuk kampus dan menembakkan gas air mata dari dalam adalah hoaks.

"Mereka membangun framing seolah-olah petugas masuk kampus membawa senjata peluru karet dan menembakkan gas air mata. Itu semua kabar bohong," tegasnya.

Ia memastikan tidak ada aparat memasuki kampus maupun menggunakan peluru karet.

"Jarak petugas dengan area kampus sekitar 200 meter. Tidak ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke dalam, semuanya ditembakkan ke jalan raya, tepatnya ke arah sekelompok orang berpakaian hitam," jelasnya.

Setelah situasi terkendali, kelompok berpakaian hitam segera membubarkan diri.

"Pernyataan ini kami sampaikan sebagai klarifikasi atas narasi sejumlah akun anarko. Faktanya, kami menjalankan patroli dialogis demi menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Barat," pungkas Hendra. (dta/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#demo #Unpas #gas air mata #aparat kepolisian #polda jabar #Unisba