Radar Surabaya – Aksi demonstrasi yang berlangsung di Indonesia mendapatkan respons solidaritas dari berbagai komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Aksi serupa digelar serentak akhir pekan lalu di New York (Amerika Serikat), Berlin (Jerman), dan Melbourne (Australia) sebagai bentuk dukungan terhadap demonstrasi yang sedang berlangsung di Tanah Air.
Aksi solidaritas tersebut dilakukan melalui long march, doa bersama, serta simbol-simbol perlawanan damai yang disuarakan di ruang publik. Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja migran, serta anggota komunitas masyarakat Indonesia yang tinggal di ketiga kota besar tersebut.
Salah satu dokumentasi aksi ditemukan di akun X (sebelumnya Twitter) @logos\_id, yang menuliskan kesedihan atas insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa di Indonesia.
"Ratusan diaspora Indonesia berjalan dari Central Park menuju KJRI New York City untuk mengenang kehilangan 10 teman selama aksi protes pekan ini,” tulis akun tersebut.
Aksi di New York dipusatkan di depan kantor perwakilan Indonesia, yaitu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan penyalaan lilin sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban. Di Berlin, massa berkumpul di salah satu alun-alun kota yang menjadi titik temu komunitas internasional. Sementara itu, di Melbourne, aksi dilakukan dalam bentuk long march singkat di pusat kota.
Akun @logos\_id juga menyampaikan perasaan kehilangan dan empati yang mendalam terhadap situasi di Indonesia, serta mengecam tindakan anarkis yang mengorbankan nyawa warga sipil.
"Mereka bisa merasakan kesedihan, kehilangan sanak saudara di Indonesia dengan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan anarkis yang melibatkan nyawa seseorang," tulis akun tersebut.
Meskipun berada jauh dari Tanah Air, aksi solidaritas diaspora Indonesia ini menunjukkan bahwa keterikatan emosional terhadap bangsa tetap kuat. Mereka berharap suara yang disuarakan dari luar negeri dapat menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga persatuan, menolak kekerasan, serta mengupayakan penyelesaian damai dalam menyikapi perbedaan pendapat. (acl/mel/fir)
Editor : M Firman Syah