RADAR SURABAYA – Puluhan anak di bawah umur tertangkap ikut aksi demo besar-besaran di Surabaya dan beberapa kota di Jatim akhir pekan lalu. Mereka kebanyakan masih SMP hingga awal SMA. Dalam kerusuhan yang terjadi, beberapa gedung seperti Grahadi dan Mapolsek Tegalsari sempat dibakar massa.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menemui orang tua anak-anak tersebut. Menurut Emil, sebagian besar remaja itu tidak paham tujuan unjuk rasa dan hanya ikut-ikutan.
“Anak-anak ini kemudian dihasut pihak tidak bertanggung jawab untuk menyerang dengan bom molotov dan alat lainnya. Ini sangat berbahaya bagi warga maupun diri mereka sendiri,” ujarnya.
Orang tua anak-anak itu mengaku sedih dan kecewa. Emil berharap mereka tetap tegar dan tidak menyerah membina buah hati. Kapolrestabes Surabaya bersama jajaran memastikan anak-anak itu dikembalikan dengan selamat ke orang tua dan memahami bahaya yang ditimbulkan.
Kadis P3AK, Karo Kesra, dan Karo Hukum juga hadir untuk mengawal keberlanjutan pembinaan. Emil menegaskan, langkah ini bukan karena bersikap lembek, tapi bagian dari pendidikan dan pembinaan agar generasi muda menjadi lebih baik.
“Warga juga berharap pihak-pihak yang memperalat anak-anak ini bisa diproses secara hukum. Kita harus memastikan mereka belajar dari kesalahan dan tidak terjerumus lagi,” kata Emil. (*)
Editor : Lambertus Hurek