Bandung - Kota Bandung dilanda situasi mencekam sejak Senin malam (1/9) hingga Selasa dini hari (2/9) ketika aparat gabungan kepolisian dan TNI mengepung kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari.
Dalam operasi tersebut, gas air mata dan peluru karet ditembakkan hingga masuk ke area kampus, memicu kepanikan di kalangan mahasiswa, satpam, dan relawan medis. Sejumlah korban dilaporkan berjatuhan akibat insiden ini.
Kericuhan berawal dari aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat yang berakhir bentrok. Puluhan mahasiswa yang terluka dievakuasi ke Kampus Unisba untuk perawatan darurat, namun situasi memburuk setelah aparat diduga mengarahkan tembakan gas air mata ke dalam kampus.
Rekaman CCTV di Jalan Tamansari memperlihatkan kedatangan aparat dengan kendaraan taktis. Sekitar pukul 23.37 WIB, rentetan gas air mata dan peluru karet ditembakkan ke area kampus.
Akun Instagram @info.mahasiswaunisba membagikan suasana mencekam dengan keterangan, "Breaking News, Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam jadi korban, belum termasuk mahasiswa lain yang masih terhitung."
Mahasiswa berlarian mencari perlindungan, sebagian pingsan akibat paparan gas. Satpam kampus dan relawan medis juga menjadi korban. Jeritan minta tolong terdengar dari berbagai sudut kampus.
Upaya evakuasi korban terhambat karena ambulans tak bisa masuk ke lokasi. Tim medis terpaksa menunggu di sekitar Institut Teknologi Bandung (ITB), sementara beberapa petugas berjalan kaki membawa peralatan medis.
Aksi aparat yang menyasar kampus memicu kecaman luas. LBH Bandung menilai tindakan itu melanggar prinsip demokrasi dan kebebasan akademik.
“Menyerang kampus berarti menyerang kebebasan akademik, demokrasi, serta hak konstitusional mahasiswa untuk menyuarakan pendapat. Negara harus tahu batas, dan hari ini batas itu telah dilanggar,” tegas LBH Bandung.
Gelombang solidaritas merebak di media sosial. Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas menjadi trending di X, menyoroti tindakan represif aparat yang menyeret ruang akademik ke dalam konflik.
Hingga Selasa pagi, baik kepolisian maupun TNI belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penembakan gas air mata dan peluru karet ke area kampus. (wid/ris/fir)
Editor : M Firman Syah