RADAR SURABAYA - Presiden Prabowo Subianto datang menjenguk anggota dan masyarakat yang mengalami luka parah akibat kerusuhan di Jakarta. Saat ini, tercatat 40 anggota Polri menjadi korban dna tiga lainnya masyarakat sipil. Prabowo memerintahkan menaikkan pangkat polisi yang dirawat di RS Polri, Kramat Jati.
"Saya minta semua petugas (yang menjalani perawatan,red) dinaikin pangkat. Dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir," katanya usai menjenguk anggota yang terluka akibat demo ini, Senin (1/9).
Ia mengungkapkan, ada korban luka dari anggota antara lain patah kaki, tengkorak kepalanya pecah hingga harus diganti dengan titanium. Bahkan, salah satu anggota mengalami gagal ginjal karena diduga diinjak-injak oleh perusuh saat demo lalu. "Dia harus cuci darah, kalau memang memungkinkan transplantasi lakukan transplantasi," ungkapnya.
Ia juga menemui salah satu korban perempuan masyarakat sipil yang melintas saat demo. Ia menjadi korban setelah sepeda motornya dirampas oleh orang tak dikenal saat kerusuhan. "Ia patah tulang paha semoga cepat pulih. Ini bukan lagi demonstrasi tapi berniat memusuhi," ungkapnya dengan nada tinggi.
Prabowo juga menyoroti adanya korban dari masyarakat sipil dalam aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk seorang perempuan yang patah tulang ketika motornya dirampas perusuh serta empat aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Selatan yang menjadi korban meski tidak terlibat politik maupun aksi demonstrasi.
"Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, mengganggu kehidupan rakyat, menghancurkan upaya pembangunan nasional," kata Prabowo.
Selain perintah kenaikan pangkat, Prabowo juga meminta agar para korban mendapatkan penghargaan lain berupa kesempatan pendidikan lanjutan serta dukungan penuh bagi keluarga mereka.(gun)
Editor : Guntur Irianto