Surabaya – Gelombang unjuk rasa yang berlangsung sejak Kamis (28/8) di berbagai daerah di Indonesia telah menelan korban jiwa. Berdasarkan laporan yang beredar, sedikitnya delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat eskalasi kericuhan yang terjadi dalam aksi massa.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan duka cita mendalam kepada para keluarga korban.
“Terkhusus kami ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga almarhum kepada delapan korban,” ujar Airlangga saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9).
Berikut adalah identitas delapan korban meninggal:
- Affan Kurniawan – Pengemudi ojek online, meninggal setelah terlindas kendaraan taktis.
- Sarinawati – Pegawai DPRD Makassar, meninggal akibat kebakaran gedung.
- Saiful Akbar – Pegawai DPRD Makassar, meninggal akibat kebakaran gedung.
- M. Akbar Basr – Pegawai DPRD Makassar, meninggal akibat kebakaran gedung.
- Budi Haryadi – Anggota Satpol PP Makassar.
- Rusmadiansyah – Pengemudi ojek online, tewas dikeroyok massa usai dituding sebagai intel.
- Rheza Sendy Pratama – Mahasiswa di Yogyakarta, ditemukan meninggal dengan luka memar dan bekas injakan.
- Sumari – Tukang becak di Solo, diduga tewas akibat tembakan gas air mata.
Aksi protes besar-besaran dipicu oleh insiden meninggalnya Affan Kurniawan yang disebut terlindas kendaraan taktis milik aparat. Peristiwa tersebut memicu gelombang solidaritas yang meluas ke sejumlah kota besar.
Di Makassar, aksi massa menyebabkan kebakaran di gedung DPRD yang menewaskan tiga pegawai. Sementara itu, di Yogyakarta, seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dengan luka-luka mencurigakan usai mengikuti demonstrasi. Kejadian serupa juga terjadi di Solo, di mana seorang tukang becak diduga meninggal karena dampak dari gas air mata.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjalin koordinasi intensif dengan aparat keamanan untuk meredam situasi dan menghindari jatuhnya korban tambahan.
“Situasi ini harus segera kita pulihkan. Jangan sampai lebih banyak lagi korban berjatuhan, tegasnya.
Hingga saat ini, situasi di beberapa wilayah masih dinamis, sementara aparat keamanan terus berupaya mengendalikan massa dan menjaga ketertiban. (sry/mel/fir)
Editor : M Firman Syah