RADAR SURABAYA - Aksi massa yang kurang kondusif dalam dua hari terakhir berdampak pada fasilitas transportasi, termasuk stasiun kereta api. Pada Jumat (29/8) malam, massa aksi solidaritas yang dipukul mundur oleh polisi sampai ke Jalan Pemuda hingga depan Stasiun Surabaya Gubeng Lama, merusak fasilitas dan melakukan vandalisme.
Kejadian ini berlangsung hingga Sabtu (30/8) dini hari, sebelum massa bergerak ke arah Biliton dan Kertajaya dengan merusak pos penjagaan polisi.
Menanggapi kejadian ini, PT KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menjaga fasilitas publik di stasiun maupun di dalam kereta api.
"Keselamatan bukan hanya milik penumpang, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Mari kita rawat infrastruktur transportasi publik seperti milik sendiri, karena dengan menjaga bersama, manfaatnya akan kembali kepada kita semua," ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.
Luqman Arif menekankan bahwa fasilitas di stasiun dan kereta api adalah aset bersama yang penting untuk mendukung kelancaran transportasi publik. Oleh karena itu, KAI meminta masyarakat untuk tidak merusak, mencoret, atau menyalahgunakan fasilitas tersebut.
Selain menjaga fasilitas, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya di jalur kereta api. Menyeberang, berjalan, atau beraktivitas di rel sangat berisiko karena kereta api memiliki kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti mendadak.
Aktivitas ilegal di jalur kereta tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. (*)