RADAR SURABAYA – Pameran seni rupa internasional ARTSUBS 2025 terpaksa ditutup seminggu lebih cepat dari jadwal. Acara yang diikuti 141 perupa dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, dan Eropa itu seharusnya berlangsung hingga 7 September 2025.
Penutupan dipercepat menjadi Minggu (31/8) menyusul eskalasi situasi sosial politik yang tidak menentu di Surabaya. Lokasi pameran di Kompleks Balai Pemuda sangat dekat dengan Grahadi, yang baru saja dua kali mengalami kebakaran pada 29 dan 30 Agustus.
Sebelumnya, panitia telah mengeluarkan pemberitahuan bahwa acara akan tetap buka dengan kemungkinan penutupan sewaktu-waktu jika kondisi tidak aman. Mereka juga berencana menutup total pada Rabu (3/9) menyusul rencana demo besar di depan Grahadi.
Namun, gelombang unjuk rasa di berbagai kota, termasuk penjarahan rumah sejumlah anggota DPR, memicu keputusan untuk menutup pameran lebih cepat. Pengumuman resmi disampaikan Heti Palestina Yunani, media partner acara, melalui grup WhatsApp untuk jurnalis.
Panitia menyatakan keputusan ini diambil demi keselamatan pengunjung. Pemegang tiket yang belum digunakan dapat mengajukan reimbursement. Selain keselamatan pengunjung, langkah ini juga dipercaya melindungi sekitar 500 karya seni dengan nilai ratusan miliar rupiah yang dipamerkan. (*)
Editor : Lambertus Hurek