Surabaya – Kericuhan dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya berlanjut dengan perusakan sejumlah fasilitas kepolisian, Sabtu (30/8). Aparat bergerak cepat menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan.
Mereka yang diamankan diduga massa pertama yang melakukan pelemparan batu ke arah gedung Mapolrestabes serta ke arah mobil komando saat mahasiswa sedang berorasi. Polisi kemudian menangkap satu per satu oknum pendemo yang memicu aksi anarkis.
Pantauan di lapangan, beberapa fasilitas Mapolrestabes Surabaya rusak. Papan nama Polrestabes kehilangan seluruh hurufnya, sementara videotron juga menjadi sasaran lemparan.
Koordinator aksi dari masing-masing organisasi kemasyarakatan berupaya menenangkan rekan-rekannya. Mereka meminta mahasiswa yang mengenakan almamater untuk mundur agar tidak terseret provokasi.
Subahir, 23, salah satu mahasiswa yang ikut aksi, mengaku sudah memperingatkan rekannya agar tidak terpancing.
"Kita harus tetap kompak, satu komando, satu barisan. Jangan mau diprovokasi pendemo yang tidak beratribut," ujarnya.
Aparat kepolisian akhirnya berhasil memukul mundur ribuan massa ke sejumlah titik. Tidak lama kemudian, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang disinyalir sebagai provokator dan pelaku vandalisme.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Mapolrestabes Surabaya berangsur kondusif dengan penjagaan ketat aparat.
Editor : M Firman Syah