RADAR SURABAYA- Persaingan sengit diprediksi akan mewarnai Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Seri III yang digelar di Graha Padel, kawasan Graha Family, Surabaya, pada 28–31 Agustus 2025.
Selain memperebutkan gelar juara, para atlet padel Indonesia akan berjuang menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk meraih tiket ke FIP Asia Padel Cup di Doha, Qatar, pada 17–24 Oktober 2025.
Rangkaian Sirnas Padel 2025
Sirnas Padel 2025 telah sukses menggelar dua seri sebelumnya. Seri I berlangsung di Jakarta pada 22–25 Mei, diikuti Seri II di Bandung pada 25–27 Juli.
Setelah Surabaya, rangkaian Sirnas akan ditutup dengan Grand Master Bali pada 11–14 September. Kompetisi ini menjadi ajang penting untuk menjaring atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.
Menurut Galih Kartasasmita, Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Pusat, Sirnas menjadi bagian dari proses seleksi nasional (seleknas) untuk mempersiapkan atlet ke turnamen Asia di Qatar.
“Kami sedang melakukan seleksi nasional. Atlet yang tampil di Sirnas menjadi kandidat utama untuk berlaga di Qatar,” ujar Galih.
Sirnas: Tonggak Pengembangan Padel di Indonesia
Galih menegaskan bahwa Sirnas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga upaya strategis untuk memajukan olahraga padel di Indonesia.
“Saya optimistis Sirnas Seri III di Surabaya dapat menghasilkan atlet padel handal. Surabaya bisa menjadi barometer perkembangan padel di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Mochtar Saman, Wakil Ketua PBPI, mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengirimkan 32 atlet terbaik, terdiri dari delapan tim putra dan delapan tim putri, ke FIP Asia Padel Cup.
“Meraih medali emas tentu luar biasa, tetapi yang terpenting adalah pengalaman internasional bagi para pemain,” jelas Mochtar.
Agenda Internasional dan SEA Games 2025
Setelah Piala Asia di Qatar, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah FIP Asia Senior Championship pada November 2025.
Kejuaraan ini akan mempertandingkan kategori usia 35 hingga 55 tahun ke atas. Tak hanya itu, padel juga akan tampil sebagai cabang olahraga eksibisi di SEA Games 2025 di Bangkok, menandakan semakin meningkatnya popularitas olahraga ini.
Dengan agenda internasional yang cukup padat, PBPI optimistis padel akan berkembang pesat. “Dalam 1–5 tahun ke depan, kami yakin padel bisa menjadi olahraga populer dan berprestasi di Indonesia,” ujar Galih penuh keyakinan.
PBPI Jatim Dorong Pengembangan Padel di Daerah
Rudie Risdianto, Ketua PBPI Jawa Timur, menyatakan komitmennya untuk memajukan padel di wilayahnya.
Setelah resmi dilantik, Rudie berfokus pada pembinaan dan pengembangan olahraga ini di daerah-daerah.
“Kami akan memperbanyak kegiatan dan menggelar event agar padel menjadi cabang olahraga yang digemari masyarakat,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, PBPI Jatim berencana mengadakan roadshow ke berbagai daerah di Jawa Timur untuk mempercepat pembentukan kepengurusan di Pengkab/Pengkot.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas basis penggemar dan atlet padel di tingkat lokal.
Mengapa Padel Semakin Populer?
Padel, olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, kini semakin digemari di Indonesia.
Dengan lapangan yang lebih kecil dan dinding kaca yang menjadi bagian permainan, padel menawarkan dinamika seru dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Ajang seperti Sirnas dan keikutsertaan di kompetisi internasional menjadi bukti bahwa Indonesia serius mengembangkan olahraga ini.
Sirnas Padel Seri III Surabaya menjadi panggung penting bagi atlet untuk membuktikan kemampuan mereka sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Dengan dukungan PBPI dan agenda internasional yang menjanjikan, masa depan padel di Indonesia tampak cerah.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan