Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Muhammadiyah Ingatkan Elite Politik: Jangan Lukai Hati Rakyat, Publik Butuh Keteladanan

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:32 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof, Dr KH Haedar Nashir, M.Si
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof, Dr KH Haedar Nashir, M.Si

RADAR SURABAYA– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyerukan para elite politik dan pejabat negara untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, serta tidak melukai hati rakyat.

Menurut Muhammadiyah, publik sangat membutuhkan keteladanan dari para pemimpin, terutama wakil rakyat yang telah menerima mandat dengan tulus.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan hal tersebut dalam surat pernyataan resmi Nomor 20/PER/I.0/I/2025 bertajuk “Aksi Massa, Seruan Dialog, dan Kedamaian” yang diterima di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Pernyataan itu dikeluarkan menyusul situasi di Jakarta dan sejumlah daerah yang diwarnai aksi massa serta tindak kekerasan.

Seruan untuk Elite Politik

Haedar menegaskan bahwa elite politik sebaiknya lebih peka terhadap aspirasi masyarakat dengan menunjukkan sikap santun, sederhana, dan penuh kepedulian.

“Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus,” ujarnya.

Duka untuk Affan Kurniawan

PP Muhammadiyah juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring yang meninggal dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

Haedar berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, keadilan, dan santunan yang layak.

“Kami juga berharap korban luka-luka segera pulih, dan turut berempati kepada para pengemudi ojek daring yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan,” tambahnya.

Dorongan untuk Aparat dan Masyarakat

Muhammadiyah mendukung komitmen Kapolri untuk mengusut tuntas peristiwa meninggalnya Affan yang diduga akibat tindakan berlebihan aparat kepolisian.

Haedar menekankan bahwa aparat keamanan harus mengedepankan pendekatan persuasif melalui dialog dan cara-cara nonkekerasan.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga mengajak masyarakat, khususnya para demonstran, untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat.

Haedar mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi isu destruktif yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber.

Pesan untuk Presiden Prabowo dan Persatuan Bangsa

Haedar menekankan bahwa Muhammadiyah percaya pada komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan aspirasi rakyat serta berpihak pada masyarakat kelas bawah.

“Indonesia membutuhkan soliditas dan persatuan yang kokoh di tengah berbagai agenda strategis nasional dan dinamika global yang penuh ketidakpastian,” kata Haedar.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sejauh ini masih dianugerahi stabilitas nasional yang baik, berbeda dengan banyak negara lain yang dilanda konflik politik dan peperangan.

“Mari kita jaga kondisi positif ini demi Indonesia Raya yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju,” pungkasnya.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#haedar nashir #Affan Kurniawan #Pimpinan Pusat Muhammadiyah #Ketua Umum #muhammadiyah