Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekuriti Jadi Pahlawan Massa Saat Ricuh Aksi di Depan Grahadi Surabaya

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:12 WIB
Ricuh demo Grahadi Surabaya, aksi heroik sekuriti bantu massa terpapar gas air mata tuai pujian warganet.
Ricuh demo Grahadi Surabaya, aksi heroik sekuriti bantu massa terpapar gas air mata tuai pujian warganet.

Surabaya — Aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8), berakhir ricuh setelah massa menembus kawat berduri dan merusak fasilitas umum. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata serta menyemprotkan water cannon. Kerusuhan membuat arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo lumpuh, sejumlah kendaraan terbakar, hingga kamera CCTV rusak.

Di tengah situasi mencekam, perhatian publik justru tertuju pada seorang sekuriti kantor di sekitar lokasi. Dengan sigap, ia membantu demonstran yang terpapar gas air mata dengan menyemprotkan air dari selang agar wajah mereka bisa dibasuh. Tak berhenti di situ, sekuriti tersebut juga melindungi massa aksi dan jurnalis yang mundur akibat dorongan aparat. Tindakan spontan itu menuai pujian warganet dan disebut sebagai sikap kemanusiaan di tengah konflik.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol, Nanang Avianto, menegaskan penggunaan gas air mata sesuai prosedur.

"Kita menggunakan aturan yang ada, aturannya menggunakan apa? Gas air mata," ujarnya, Jumat malam.

Menurut Nanang, polisi sejak awal berupaya persuasif dengan mengimbau massa membubarkan diri. Namun, kericuhan pecah setelah kawat berduri barikade dirusak.

"Begitu kita lihat kawat-kawatnya dirusak, di situlah kami bertahan. Peringatan-peringatan sudah disampaikan," tegasnya.

Ia menambahkan, water cannon sempat dikerahkan, tetapi justru tidak membuat massa bubar.

"Mungkin disemprot air makin segar jadi senang, akhirnya mulai membakar dan merusak fasilitas. CCTV rusak, paving dilempar, kendaraan bermotor dibakar," jelasnya.

Menjelang pukul 18.00 WIB, massa tetap bertahan hingga akhirnya dipukul mundur dengan gas air mata. Nanang memastikan aparat tidak menggunakan peluru tajam.

"Kita menggunakan itu supaya paling tidak minggir," pungkasnya.

Hingga malam, asap pekat dari kendaraan yang dibakar masih terlihat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Aparat berjaga ketat di sekitar Grahadi untuk memastikan kondisi kondusif. Sementara itu, aksi heroik sang sekuriti tetap menjadi sorotan publik sebagai kisah berbeda di balik ricuhnya demonstrasi. (nad/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#surabaya #demo #Grahadi #aksi demonstrasi #pahlawan #gas air mata #sekuriti