Tidur Terlalu Lama Bisa Rusak Otak, Ini Alasannya

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:39 WIB
Kurang tidur bisa picu kanker, hipertensi, demensia, dan gangguan mood, kata dr. Cho Cheol Hyun dari RS Anam, Korea Selatan
Kurang tidur bisa picu kanker, hipertensi, demensia, dan gangguan mood, kata dr. Cho Cheol Hyun dari RS Anam, Korea Selatan

RADAR SURABAYA – Banyak orang mengira tidur lebih lama berarti tubuh butuh istirahat lebih. Padahal, justru sebaliknya. Dokter Boyke Dian Nugraha mengingatkan bahwa tidur lebih dari 9 jam per hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama otak.

”Tidur kebanyakan itu tidak membuat segar, malah bisa memicu gangguan kesehatan,” ujar Boyke kepada wartawan.

Menurut dia, beberapa penelitian menunjukkan tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko penurunan daya ingat. Respons otak pun melambat. Kondisi itu juga berkaitan dengan risiko stroke dan demensia.

”Bukan hanya otak, tubuh juga bisa terasa lebih lemas, hormon kacau, sehingga orang jadi mudah stres dan murung,” tambah Boyke.

Dia menegaskan, tidur cukup jauh lebih penting daripada tidur lama. Idealnya orang dewasa butuh 7–8 jam tidur per malam. Tidak boleh lebih, tapi juga jangan kurang.

”Yang terpenting kualitas tidur. Jadi bukan sekadar lama tidur, melainkan apakah tidur itu nyenyak, tanpa sering terbangun, dan bangun dalam keadaan segar,” jelas Boyke yang juga pakar kesehatan reproduksi. (*)

Editor : Lambertus Hurek
manfaat tidur istirahat tidur 10 jam sehari Dr Boyke Dian Nugraha tidur lama durasi tidur