Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral Penangkapan di Mie Gacoan Usai Demo Ricuh, Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi

Muhammad Firman Syah • Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:44 WIB
Situasi penangkapan massa di restoran Mie Gacoan, Jakarta Pusat, usai demo ricuh depan DPR/MPR RI.
Situasi penangkapan massa di restoran Mie Gacoan, Jakarta Pusat, usai demo ricuh depan DPR/MPR RI.

Jakarta – Video penangkapan sejumlah orang di restoran Mie Gacoan, Jakarta Pusat, viral di media sosial usai kericuhan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin malam (25/8). Aparat kepolisian mengonfirmasi bahwa tindakan pengamanan dilakukan terhadap massa yang diduga melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

Rekaman yang beredar memperlihatkan ketegangan antara aparat kepolisian dengan pengunjung serta karyawan restoran. Sempat terjadi saling dorong, sebelum akhirnya situasi mereda setelah polisi memberikan penjelasan langsung di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa penangkapan tersebut bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan bagian dari penindakan terhadap kelompok yang sebelumnya terlibat kerusuhan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolres Metro Jakpus bahwa ada beberapa orang yang diamankan dari restoran cepat saji itu. Itu adalah orang yang diduga melakukan aksi perusakan secara masif melawan petugas, melakukan perusakan fasum,” ujar Ade Ary, Selasa (26/8).

Ia menjelaskan bahwa massa yang diamankan sempat mendapat peringatan dan pendorongan oleh petugas di sekitar Gedung DPR. Sebagian dari mereka kemudian melarikan diri dan bersembunyi di dalam restoran cepat saji tersebut.

“Sebelumnya sudah dilakukan pendorongan oleh petugas. Akhirnya mereka lari ke sana, ke restoran itu kemudian diambil,” terangnya.

Menurut Ade Ary, langkah pengamanan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur karena massa yang ditangkap terindikasi melakukan aksi anarkis.

“Jadi kami membenarkan bahwa orang-orang yang diamankan bagian dari 300 sekian tadi. Proses pengamanannya karena itu,” katanya.

Berdasarkan data kepolisian, total 351 orang telah diamankan pasca kericuhan. Dari jumlah tersebut, 155 orang merupakan orang dewasa dan 196 lainnya adalah anak-anak di bawah umur.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menambahkan bahwa individu yang diamankan bukan berasal dari kalangan mahasiswa.

“Pelajar dan anarko,” ungkap Roby, seraya menyebut bahwa jumlah pastinya masih dalam proses pendataan.

Polisi juga menyoroti adanya tindakan perusakan fasilitas umum yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu saat berlangsungnya kericuhan. Kombes Pol Ade Ary menyayangkan adanya upaya provokasi yang bertujuan memperkeruh situasi.

"Ada hal yang disayangkan, ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Rekan-rekan tadi sudah tahu juga di lapangan ada kendaraan roda dua yang dibakar, kemudian pagar kawat di depan DPR dirusak, kemudian ada separator busway dirobohkan yang diduga dilakukan oleh pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi,” ujarnya.

Dengan demikian, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penangkapan di Mie Gacoan merupakan bagian dari tindakan hukum terhadap massa yang terindikasi melakukan perusakan, serta bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Proses pemeriksaan terhadap mereka yang diamankan masih berlangsung hingga kini. (ray/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#kericuhan #Mie Gacoan #polisi #anarkis #perusakan #aparat #penangkapan