Jakarta – Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala KCP Bank Pemerintah, Mohamad Ilham Pradipta, memasuki babak baru. Empat tersangka berinisial AT, RS, RAH dan RW melalui kuasa hukumnya, Ardyanus Agal, meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ardyanus menuturkan, permintaan itu diajukan usai bertemu penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Ia mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum dalam eksekusi korban.
"Dalam proses penjemputan perkara ini, kami dari pihak keluarga sudah minta perlindungan hukum ke Panglima TNI dan Kapolri. Karena ada dugaan oknum," kata Ardyanus, Senin (25/8).
Meski demikian, Ardyanus belum memastikan apakah dugaan oknum tersebut berasal dari TNI atau Polri. Ia menegaskan, dugaan itu masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Kuasa hukum menjelaskan, perkara ini terbagi dalam tiga klaster: pengintai, penculik, dan eksekutor. Keempat kliennya termasuk klaster kedua, yaitu penjemput paksa. Mereka disebut hanya menjalankan perintah dari seorang oknum berinisial F untuk menjemput korban dan menyerahkannya di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
"Mereka tidak tahu siapa pengintainya dan tidak kenal dengan eksekutor. Setelah menyerahkan korban, tugas mereka selesai. Saat dipanggil kembali untuk mengantar pulang korban, mereka melihat korban sudah tidak bernyawa," ujarnya.
Saat ini, empat tersangka penculikan ditahan di Polda Metro Jaya dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga telah menahan empat aktor intelektual yang diduga menjadi dalang aksi ini, masing-masing berinisial C, DH, YJ dan AA.
Diketahui, korban diculik di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8). Aksi tersebut terekam kamera CCTV. Keesokan harinya, korban ditemukan tewas di persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dalam kondisi mengenaskan dengan mata ditutup lakban serta tangan dan kaki terikat.
Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat pukulan benda tumpul di dada dan leher, serta kehabisan oksigen akibat tekanan di bagian dada dan tulang leher.
Hingga kini, total delapan orang ditahan, termasuk eksekutor dan aktor intelektual. Polisi masih menelusuri motif di balik pembunuhan yang menewaskan pria berusia 37 tahun tersebut. (nad/gab/fir)
Editor : M Firman Syah