Panyabungan - Duka mendalam menyelimuti Mandailing Natal setelah seorang siswi SMA Negeri 2 Plus Panyabungan, Fathia Anis Kurlila Harahap atau Tia, 17, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Minggu (24/8).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika sepeda motor Honda Vario BB 3389 RZ yang dikendarai korban bertabrakan dengan mobil dinas Kapolres Mandailing Natal, Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi II 1-55. Mobil tersebut dikemudikan ajudan sekaligus sopir Kapolres, Bripda AK. Saat insiden, Kapolres AKBP Arie Sofandi Paloh tidak berada di dalam kendaraan.
"Korban datang dari arah berlawanan, dan tiba-tiba berbelok ke kanan. Bripda AK berusaha menghindar ke kiri, namun tabrakan tak terhindarkan hingga mengenai korban dan sebuah warung," jelas Kasi Humas Polres Madina, Iptu Bagus Seto, Senin (25/8).
Korban sempat dilarikan ke RSUD Panyabungan akibat luka parah di bagian wajah, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD Panyabungan," ujar Bagus.
Polres Madina memastikan sopir mobil dinas diperiksa secara internal. Bripda AK menjalani pemeriksaan Propam dengan hasil tes urine negatif narkoba.
"Proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur. Saat ini Bripda AK diproses Propam Polres Madina," tegas Bagus.
Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh bersama jajaran langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
"Kami dari Polres Madina turut berdukacita atas peristiwa ini. Kapolres sudah mendatangi rumah duka dan menyampaikan simpati langsung kepada keluarga," tambahnya.
Suasana haru terlihat saat prosesi pemakaman di Desa Parbangunan, Aek Godang. Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Plus Panyabungan dan sekolah lain mengiringi jenazah korban. Mereka berbaris di sepanjang jalan desa, membawa bunga dan menunduk sambil menangis. Tangis pecah saat jenazah diangkat menuju masjid sebelum dimakamkan.
Ayah korban tampak tak kuasa menahan kesedihan, sementara sahabat-sahabat sekolahnya mengenang Tia sebagai sosok ceria dan ramah.
"Dia selalu tersenyum, mudah bergaul, nggak pernah marah. Sulit percaya dia pergi secepat ini," kenang ALW, teman dekat korban.
Kapolres bersama jajaran perwira turut mengantarkan jenazah hingga ke Tempat Pemakaman Umum Desa Parbangunan. Deretan papan bunga di sepanjang jalan menuju rumah duka menjadi tanda besarnya rasa kehilangan atas kepergian Tia. (wid/ris/fir)
Editor : M Firman Syah