Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai memberi harapan besar, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan para pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan.
Bagi para guru, program ini bukan sekadar kebijakan pendidikan, tetapi jalan penyelamat generasi kecil yang kerap tersisih. Sekolah Rakyat diyakini dapat mengangkat martabat anak bangsa sekaligus mempersiapkan Indonesia menyongsong 2045.
Hal tersebut disampaikan Fenny Meivi Sarah Kilikily, Kepala SRMP 21 Manado, dalam pengarahan Presiden kepada guru dan kepala sekolah rakyat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8).
"2045 adalah tanggung jawab besar bagi kami pendidik. Indonesia harus sejajar dengan bangsa-bangsa lain," ujarnya.
Fenny menilai tantangan terbesar bukan hanya fasilitas, melainkan cara pandang anak-anak miskin.
"Mereka sering merasa tidak berarti. Sekolah Rakyat hadir untuk mengubah mindset itu," katanya, Sabtu (23/8).
Senada, Ramona Situngkir, guru geografi SRMA 9 Jakarta Timur, menyebut pengalamannya berasal dari keluarga sederhana dan berhasil kuliah berkat bantuan negara menjadi motivasi untuk mendidik.
Sementara Nurakmasari, guru SRMA 26 Makassar, menilai mengajar di Sekolah Rakyat adalah pengalaman berharga.
"Harapannya, anak-anak bisa berkembang, mengubah nasib, dan kelak berkontribusi bagi Indonesia," ujarnya.
Para pendidik sepakat, dukungan penuh Presiden Prabowo menjadi energi besar. Sekolah Rakyat diyakini mampu menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu, membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dengan pendidikan sebagai senjata utamanya. (ali/gab/fir)
Editor : M Firman Syah