Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menko Zulhas Pantau MBG di Surabaya, SPPG Wonocolo Jadi Contoh Nasional dengan Nol Food Waste

Mus Purmadani • Kamis, 21 Agustus 2025 | 22:54 WIB
Menko Zulhas meninjau program MBG di Wonocolo Surabaya. (IST)
Menko Zulhas meninjau program MBG di Wonocolo Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini melaju pesat. Meski awalnya sempat terkendala, jangkauannya sudah meluas ke seluruh Nusantara.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berkeliling untuk memantau jalannya program MBG. Menurut politikus PAN itu, jumlah penerima manfaat program MBG naik hampir tiga kali lipat hanya dalam sebulan. Dari 7 juta menjadi 20 juta penerima pada Agustus 2025.

Saat meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo, Surabaya, Kamis (21/8), pejabat yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan percepatan ini sebagai langkah nyata negara dalam mencegah stunting sekaligus mempersiapkan generasi emas 2045.

“Target akhir tahun 80 juta. Tahun depan bisa menjangkau 82 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini bukan sekadar program sosial, tapi fondasi generasi sehat, cerdas, kuat, dan produktif,” kata Zulhas.

Tak hanya soal distribusi makanan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo di Jalan Jemur Andayani XV, Surabaya, juga mendapat sorotan karena mengusung konsep keberlanjutan. Bersama komunitas Garda Pangan, mereka mengelola sisa makanan dengan budidaya maggot untuk pakan ikan dan ternak.

Dengan capaian dan inovasi di Wonocolo, pemerintah berharap model MBG ini bisa diperluas ke daerah lain. “Food waste di sini tidak menjadi masalah karena dikelola dengan baik. Konsep circular seperti ini bisa ditiru daerah lain,” ujarnya.

Menteri Zulhas menekankan, mutu makanan dijaga ketat oleh BPOM, pemerintah daerah, dan tenaga ahli gizi sejak pemilihan bahan hingga penyajian. Pemerintah pun menyiapkan anggaran hampir Rp 300 triliun pada 2026 untuk memperluas cakupan program ini.

Menurut dia, perhatian negara pada gizi anak merupakan investasi jangka panjang. “Kalau gizinya cukup, generasi kita kuat. Kalau kurang gizi, anak sekolah lambat, main bola cepat capek. Negara harus hadir,” tegasnya. (*)

 

Editor : Lambertus Hurek
#Food waste #Menko Pangan Zulkifli Hasan #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG #Wonocolo #limbah pangan