Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fraksi Golkar DPRD Surabaya Ingatkan: Jangan Jadikan KBS Sekadar Mesin Uang, Dirut Harus Paham Konservasi

Dimas Mahendra • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:04 WIB
Gajah jadi satwa andalan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Gajah jadi satwa andalan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

RADAR SURABAYA – Polemik pencarian Direktur Utama (Dirut) baru Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mendapat sorotan dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya. Mereka mengingatkan agar Pemkot Surabaya tidak salah langkah dalam menentukan sosok pemimpin baru lembaga konservasi kebanggaan warga kota ini.

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan
bahwa calon Dirut tidak boleh hanya dinilai dari kemampuan mengelola bisnis
semata. Ia menekankan, KBS memiliki tanggung jawab lebih besar sebagai pusat
konservasi satwa, bukan sekadar taman hiburan yang mengejar profit.

“Jangan sampai KBS dipimpin orang yang hanya jago mencari keuntungan, tapi
buta pada konservasi. Kalau itu yang terjadi, KBS akan kehilangan ruhnya sebagai pusat pelestarian satwa dan pendidikan masyarakat,” kata Achmad, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, rencana besar KBS yang tengah digodok, termasuk penjajakan kerja
sama internasional seperti pertukaran panda merah dan panda besar dari
Tiongkok, membutuhkan sosok visioner yang benar-benar paham kesejahteraan
satwa.

“Inovasi memang penting, tapi harus realistis dan berpihak pada satwa. Jangan
hanya mengejar sensasi atau proyek citra, karena yang dipertaruhkan adalah
reputasi KBS dan nama Surabaya,” tegas anggota Komisi C DPRD Surabaya ini.

Meski begitu, Achmad tetap mengapresiasi capaian KBS dalam beberapa tahun
terakhir, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberhasilan
program breeding satwa, hingga wahana edukatif seperti Rabbit in Wonderland.
Namun, ia menekankan semua keberhasilan itu akan sia-sia jika pengelolaan ke
depan hanya fokus pada bisnis.

“Kalau hanya pandai hitung-hitungan bisnis, tapi tidak peduli satwa, itu sama saja
mengorbankan masa depan KBS. Dirut yang terpilih nanti harus punya komitmen
menyeluruh, agar KBS benar-benar jadi kebanggaan Surabaya,” pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#syarat dirut kbs #pdts kbs #kbs #kebun binatang surabaya #calon dirut KBS