Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

GOTO Bukukan Kerugian Rp 214,7 Triliun per Juni 2025, JP Morgan Tetap Naikkan Rating Saham

Muhammad Firman Syah • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:53 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tetap mendapat sinyal positif dari JP Morgan meski mencatat rugi akumulasi Rp 214,7 triliun per Juni 2025.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tetap mendapat sinyal positif dari JP Morgan meski mencatat rugi akumulasi Rp 214,7 triliun per Juni 2025.

Surabaya - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat akumulasi kerugian sebesar Rp 214,72 triliun hingga 30 Juni 2025. Angka ini sedikit meningkat dari posisi Desember 2024 senilai Rp 214,11 triliun. Meski demikian, perusahaan berhasil menekan rugi bersih hingga turun lebih dari 70 persen secara tahunan menjadi Rp 742 miliar, serta mencatatkan EBITDA positif sekitar Rp 820 miliar sepanjang semester I/2025.

Dari sisi operasional, GOTO mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sekitar 10 persen menjadi Rp 8,55 triliun. Efisiensi biaya juga terlihat signifikan, dengan beban umum dan administrasi turun 22 persen, serta pengeluaran pemasaran menyusut 7 persen. Langkah strategis lain adalah migrasi infrastruktur cloud ke Alibaba dan Tencent untuk memangkas biaya jangka panjang.

Manajemen menegaskan ekosistem GOTO tetap solid dengan fokus pada layanan keuangan digital serta bisnis on-demand. Perusahaan optimistis strategi efisiensi, inovasi produk, dan pemanfaatan data ekosistem dapat menjaga keberlanjutan usaha, seraya memastikan tidak ada ketidakpastian material yang mengganggu operasional hingga pertengahan 2025.

Di sisi pasar, JP Morgan memberikan sinyal positif terhadap prospek GOTO. Pada Maret 2025, lembaga riset global tersebut menaikkan peringkat saham GOTO dari Neutral menjadi Overweight dengan target harga Rp 95 per saham, dari sebelumnya Rp 75. JP Morgan menilai strategi transformasi GOTO mulai membuahkan hasil, dengan proyeksi EBITDA 2025 berpotensi mencapai Rp 1,3 triliun, jauh di atas konsensus pasar. Keputusan ini sempat mendorong harga saham GOTO naik lebih dari 6 persen. (sry/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#ebitda #transformasi #layanan keuangan #GoTo #inovasi produk #kerugian