Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Balita di Sukabumi Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing, Cermin Buram Gizi dan Layanan Kesehatan

Muhammad Firman Syah • Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:24 WIB
Balita 4 tahun di Sukabumi meninggal dipenuhi ribuan cacing, darurat gizi buruk dan akses layanan kesehatan.
Balita 4 tahun di Sukabumi meninggal dipenuhi ribuan cacing, darurat gizi buruk dan akses layanan kesehatan.

Sukabumi – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kabupaten Sukabumi setelah Raya, balita berusia empat tahun, meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi ribuan cacing. Kasus tragis ini memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas program kesehatan nasional sekaligus terfokus pada lemahnya akses layanan dasar di daerah.

Kisah Raya terungkap lewat video berdurasi sembilan menit yang diunggah relawan Rumah Teduh. Rekaman itu memperlihatkan tubuh mungilnya dipenuhi cacing gelang, bahkan ada yang ditarik keluar dari hidung saat ia berada di instalasi gawat darurat. Tayangan tersebut sontak viral dan memicu keprihatinan publik.

Edah, 40, kerabat yang pertama kali meminta bantuan, masih teringat jelas momen saat seekor cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung Raya.

"Awalnya saya kira alat rumah sakit, ternyata pas dilihat cacing hidup,"ujarnya.

Sarah, bibi korban, menambahkan bahwa sehari sebelum kritis, Raya masih bermain dengan teman-temannya. Namun pada 13 Juli, kondisinya memburuk dan dokter sempat menduga tuberkulosis. Keluarga baru mengetahui tubuhnya dipenuhi cacing setelah ia meninggal.

Endah, ibu kandung Raya, mengungkapkan bahwa sang anak terbiasa bermain di tanah sekitar rumah sederhana mereka. Selama ini ia hanya mengandalkan pengobatan tradisional, tanpa pernah membawa Raya ke puskesmas.

"Saya baru tahu ada cacing besar setelah dia meninggal," katanya lirih.

Sejak bayi, kondisi kesehatan Raya memang mengkhawatirkan. Bidan desa Cisri Maryati menyebut berat badan korban selalu berada di bawah garis merah Kartu Menuju Sehat. Meski sudah mendapat bantuan gizi, susu, telur, dan obat cacing, pola asuh serta keterbatasan keluarga membuat kondisinya tidak membaik.

"Kami sudah berkali-kali menyarankan rujukan ke puskesmas, tetapi orang tua menolak karena tidak diizinkan suaminya," terangnya.

Plt Camat Kabandungan, Budi Andriana, mengonfirmasi pihaknya telah membantu keluarga, mulai dari pembuatan identitas hingga kepesertaan KIS. Namun ia mengaku terkejut mendengar kabar bahwa tubuh Raya dipenuhi ribuan cacing.

"Sejak usia dua bulan sebenarnya sudah ada laporan, tapi keluarga menghadapi banyak keterbatasan," ujarnya.

Kabar kematian Raya ramai diperbincangkan di media sosial. Publik geram melihat kondisi yang sebenarnya bisa dicegah dengan gizi seimbang, sanitasi layak, serta akses kesehatan dasar yang memadai. Seorang pengusaha, Okta Wirawan, bahkan menyatakan siap membantu biaya rumah sakit bagi keluarga.

Kini, di pusara kecil itu, keluarga masih larut dalam kesedihan. Setiap nama Raya disebut, tangis kembali pecah. Kasus ini menjadi pengingat getir bahwa di tengah gencarnya program kesehatan, masih ada anak Indonesia yang meninggal akibat penyakit yang mestinya bisa dicegah. (wid/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#Layanan Kesehatan #krisis gizi #sukabumi #meninggal #kemiskinan #cacing #balita