Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siap-Siap Ngetrek Jalur Baru Pendakian Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang Dibuka Akhir Agustus 2025

Rahmat Sudrajat • Selasa, 19 Agustus 2025 | 21:04 WIB

Pemandangan eksotis kawasan Gunung Penanggungan. (IST)
Pemandangan eksotis kawasan Gunung Penanggungan. (IST)


RADAR SURABAYA - Gunung Penanggungan di Jawa Timur akan segera memiliki jalur pendakian baru yang dibuka untuk umum pada tanggal 30 Agustus mendatang. Jalur ini melalui Sumber Lumpang, Trawas, Kabupaten Mojokerto, dan diklaim menawarkan tantangan tersendiri dengan keindahan yang lebih menarik, terutama saat malam hari. Pemandangan kota (city view) dapat dinikmati dengan jelas dari camp area di Puncak Asoy.

Pembukaan jalur ini diinisiasi oleh warga Bantal, Desa Duyung, Trawas, Kabupaten Mojokerto, bersama organisasi pecinta alam Generasi Olahraga Gunung dan Orientasi Rimba (Gogor Sejati). Untuk mencapai puncak Asoy yang merupakan batas vegetasi sebelum menuju ke puncak Penanggungan, pendaki harus menempuh waktu sekitar 7 jam dari pos pendakian via Sumber Lumpang dengan ketinggian 1350 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sedangkan dari puncak Asoy ke puncak Gunung Penanggungan membutuhkan waktu 1,5 jam. Pendakian via Sumber Lumpang akan melewati 4 pos pendakian.

Menurut Ketua Umum Gogor Sejati, Andri Setiawan, pembukaan jalur ini telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. "Kendala utama dalam pembukaan jalur adalah vegetasi yang terlalu rimbun dan medan yang berat," ujarnya, Selasa (19/8).

Andri dan timnya telah melakukan pembersihan jalur dari rerimbunan dan rerumputan tinggi. Daya tarik lain dari pendakian via Sumber Lumpang adalah keberadaan satwa liar seperti babi hutan, kera, dan berbagai jenis burung. Hal ini akan memberikan sensasi tersendiri bagi para pendaki yang mencari tantangan sejati. "Medannya benar-benar ngetrack (menanjak) banyak tantangannya," imbuh Andri.

Pendaki dapat mengisi ulang persediaan air sebelum memulai pendakian di sumber mata air yang terletak di pos perizinan pendakian. Selain itu, terdapat juga air terjun yang dapat menjadi tempat wisata atau berkemah. Jalur Sumber Lumpang juga dapat digunakan untuk mencapai Gunung Mas dan Gunung Bende, yang masih terhubung, dengan perkiraan waktu tempuh 3-4 jam.

Baca Juga: Libur HUT ke-80 RI, Penumpang KA di Daop 8 Surabaya Tembus 144 Ribu Orang

Tim ekspedisi Gogor Sejati dan warga sekitar telah melakukan uji coba pendakian pada tanggal 17 Agustus, yang diisi dengan upacara dan pengibaran bendera merah putih. Andri memastikan keamanan dan kenyamanan para pendaki, terutama di jalur yang melewati tebing dekat pos 4, serta dari ancaman satwa liar. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo untuk memastikan jalur pendakian via Sumber Lumpang.

"Kami juga sudah koordinasi melakukan pembukaan jalur baru ini bersama dengan pihak Tahura Raden Soerjo," ungkapnya.

Saat mencapai camp area di batas vegetasi, pendaki akan disuguhi pemandangan indah beberapa gunung, seperti Gunung Arjuna-Welirang dan Gunung Semeru. Dengan dibukanya jalur pendakian ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Dusun Bantal. "Dengan hadirnya pendaki, warga dapat membuat suvenir hingga berjualan makanan," kata Andri.

Baca Juga: Surabaya Masih Diguyur Hujan Lokal di Tengah Puncak Kemarau, Ini Sebabnya

Pembukaan jalur baru Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang akan dilakukan dengan pendakian bersama secara gratis tanggal 30-31 Agustus 2025. Andri juga memastikan seluruh proses pendakian via Sumber Lumpang akan menggunakan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) pasca pendakian massal.

"Tentu kami mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pendakian dengan mewajibkan para pendaki untuk melakukan pengisian SIMAKSI sebelum pendakian di situ juga bersamaan dengan surat keterangan yang menyatakan sehat pendaki," tegas pria yang akrab disapa Beton.

Sebelumnya, Gunung Penanggungan telah memiliki jalur pendakian umum dengan berbagai karakteristik, tingkat kesulitan, dan keindahan alam, seperti jalur via Tamiajeng, Jolutundo, Kedunggudi, Wonosunyo, Konjorowesi, Telogo, hingga Ngoro.

Gunung Penanggungan merupakan gunung berapi yang tidak aktif dengan ketinggian 1653 mdpl, terletak di antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Gunung tersebut lebih akrab disebut miniatur Semeru karena bentuk puncak yang kerucut dan berpasir. Selain itu, Gunung Penanggungan juga pernah menjadi pusat kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur abad 11 hingga 15. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#jalur pendakian #gunung penanggungan #welirang #sumber lumpang #semeru #gunung arjuno