RADAR SURABAYA - Menyambut Hari Kemerdekaan Ke-80 Republik Indonesia, ribuan pelajar SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur melakukan aksi fenomenal. Mereka menjahit sendiri bendera merah putih terpanjang di Indonesia secara massal di SMK Negeri 8 Surabaya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dan ikut menyambung kain merah dan putih menjadi bendera. “Ini cara kami menumbuhkan semangat nasionalisme pelajar. Kegiatan ini melibatkan siswa SLB, SMK, dan SMA double track di seluruh Jatim,” ujar Gubernur Khofifah Jumat (15/8).
Awalnya, Dinas Pendidikan Jatim menargetkan pembuatan bendera sepanjang 8.000 meter oleh 8.000 siswa dan guru, seiring semangat HUT ke-80 RI. Namun, hingga kemarin, panjang bendera yang sudah dijahit mencapai 15.463,5 meter. Jumlah peserta juga sudah 5.862 siswa dan 1.314 guru.
Bendera tersebut rencananya akan dibentangkan pada Minggu, 17 Agustus, siang, menjelang penurunan bendera. “Kami optimistis bisa mencatatkan rekor MURI untuk bentangan bendera merah putih terpanjang yang dijahit sendiri oleh siswa dan guru,” kata Khofifah.
Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi simbol kontribusi pelajar dan guru Jatim dalam mengisi kemerdekaan. “Dulu bendera proklamasi dijahit Ibu Fatmawati. Murid-murid ini adalah Fatmawati kecil. Apalagi di SMKN 8 yang menjahit semuanya perempuan,” tambahnya.
Baca Juga: Ekspor Beras dan Jagung Kembali, Ketahanan Pangan RI Masuki Babak Baru
Di SMKN 8 Surabaya, penjahitan ditargetkan sepanjang 100 meter dengan pembagian 10 meter per siswa. Peserta adalah siswa jurusan tata busana yang punya keterampilan menjahit. Selain bendera panjang, mereka juga membuat bendera ukuran standar 120 x 180 sentimeter.
Khofifah berpesan agar peringatan kemerdekaan dilakukan dengan menjaga makna dan kesucian merah putih. “Ada hati yang suci, pikiran yang suci, dan perilaku yang suci. Semua kita dedikasikan untuk bangsa dan negara,” tegasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek