Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kopdes Merah Putih Bangun PLTS Raksasa, Target 100 GW untuk Desa Mandiri Energi

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 15 Agustus 2025 | 22:15 WIB
Menkop Budi Arie Setiadi.
Menkop Budi Arie Setiadi.

RADAR SURABAYA — Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan di pedesaan.

“Itu sedang digodok. Nanti kalau sudah waktunya akan dibicarakan,” ujar Budi Arie usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR–DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8).

Budi menekankan, pembangunan PLTS 100 GW akan menjadi langkah strategis untuk memastikan desa dapat menjadi pusat ketahanan energi nasional.

“Diharapkan desa menjadi pusat ketahanan energi, terutama renewable energy, khususnya energi matahari atau solar panel,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan desain besar PLTS 100 GW yang akan mendorong ketersediaan listrik bagi Kopdes Merah Putih.

“Ini akan mendorong ketersediaan listrik bagi Koperasi Desa Merah Putih,” kata Bahlil.

Menurutnya, PLTS akan dibangun di seluruh desa sehingga membuka peluang besar bagi pelaku industri baterai listrik di Indonesia.

“Karena PLTS itu hanya 4 jam pada siang hari. Selebihnya harus disimpan lewat baterai. Pada malam hari, baterai yang berperan. Saya melihat peluang pasar di Indonesia cukup besar,” tambahnya.

Bahlil memaparkan, kebutuhan baterai dalam negeri hingga 2034 diproyeksikan mencapai 392 gigawatt jam (GWh) yang mencakup Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, kendaraan listrik, peluang ekspor listrik, dan pembangunan PLTS 100 GW.

Sementara di pasar internasional, potensi industri baterai kendaraan listrik mencapai 3.500 GWh pada 2030, dengan nilai pasar global diperkirakan mencapai 500 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah berharap PLTS 100 GW dapat menjadi tonggak transformasi energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri baterai dalam negeri di kancah global.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Bahlil Lahadalia #budi arie setiadi #Kopdes #Koperasi Desa #menteri koperasi