Jakarta – Suasana Taman Arca di Museum Nasional Jakarta pada Rabu (13/8) tampak semarak dan anggun saat ratusan perempuan mengikuti parade bertajuk Kebaya Bercerita dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional. Acara tersebut menampilkan 14 jenis kebaya Nusantara beserta ragam sanggul tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, memperlihatkan kekayaan budaya yang begitu beragam.
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa kebaya merupakan simbol budaya yang sarat makna dan sejarah.
“(Kebaya) bukan hanya sebagai busana tradisional, tetapi sebagai simbol jati diri persatuan dan peradaban perempuan Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Nannie menambahkan bahwa kebaya merupakan warisan penting yang harus terus dilestarikan dan diceritakan, karena di dalamnya terkandung kisah panjang tentang keanggunan, keteguhan, serta kontribusi perempuan Indonesia sepanjang sejarah bangsa.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum Himpunan Ratna Busana, Titiek Soeharto.
“Kebaya adalah bahasa tanpa kata, yang berbicara tentang keanggunan, kesantunan, dan kepribadian perempuan Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa setiap helai kebaya menyimpan nilai-nilai luhur dan sejarah yang layak diwariskan.
“Kebaya adalah warisan yang tidak hanya kita kenakan, tapi juga kita wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” sambungnya.
Selain parade, acara Kebaya Bercerita juga menampilkan monolog dan visualisasi perempuan berkebaya oleh Jessica Purboyo, serta memberikan penghargaan simbolik kepada sosok-sosok pelestari kebaya, seperti Ibu Negara pertama RI, Fatmawati, hingga Ibu Negara ketujuh, Iriana Joko Widodo, yang dikenal konsisten mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan kenegaraan dan diplomasi internasional.
Ragam kebaya dari berbagai daerah turut diperagakan, termasuk kebaya Batak Toba, kebaya labuh Melayu, kebaya encim, kebaya cowak Sunda, baju takwo Kutai, kebaya noni Minahasa, hingga kebaya labuh gete Sikka, memperlihatkan keunikan desain dan filosofi masing-masing daerah.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran negara dalam pengembangan kebudayaan.
Baca Juga: Industri Fesyen di Bulan Kemerdekaan Desainer Ketiban Berkah Banjir Pesanan Kebaya
“Memang kita punya perintah dari konstitusi kita, Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945, yang bunyinya adalah, Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” jelasnya.
Fadli menambahkan bahwa pelestarian kebaya bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensial dalam membangkitkan ekonomi kreatif. “Yang akan mendapatkan manfaatnya adalah UMKM dan seterusnya, yang saya kira ini akan terus menerus menjadi suatu kegiatan ekonomi budaya yang sustainable,” ujarnya. Ia meyakini bahwa kebaya dapat menjadi tren global, mencerminkan akulturasi budaya sekaligus menghidupkan industri kreatif di dalam negeri. (ray/mel/fir)
Editor : M Firman Syah