Bogor – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, aksi pengibaran bendera bertema One Piece yang dilakukan oleh Ustaz Felix Siauw bersama YouTuber Koyo Cabe dan sejumlah rekan di sebuah taman publik di Bogor, Jawa Barat, pada Senin (11/8), menjadi sorotan publik.
Aksi yang diunggah pertama kali oleh akun X @Dhaintly ini merupakan bagian dari eksperimen sosial yang bertujuan menguji konsistensi antara pernyataan pemerintah pusat dan penerapan di lapangan. Hal ini merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan bahwa pengibaran bendera One Piece bukan merupakan masalah selama tidak bersifat provokatif.
Sekitar tiga puluh menit setelah bendera bergambar simbol Topi Jerami dikibarkan, petugas keamanan taman mendatangi kelompok tersebut. Mereka meminta agar kegiatan dihentikan, bendera diturunkan, dan seluruh peserta meninggalkan area taman.
Situasi tersebut memicu dialog antara Ustaz Felix dan pihak petugas mengenai dasar hukum pelarangan aksi tersebut di ruang publik.
“Yang mau aku ajarin adalah, problematiknya cerita One Piece bukan bajak laut mas, tapi tentang orang sewenang-wenang, dan orang tidak suka. Tapi kalau memang ada aturannya (yang melarang), aturannya kasih tahu ke kita!” ujar Ustaz Felix dalam dialog tersebut.
Ia menegaskan bahwa ruang publik semestinya dapat menjadi wadah ekspresi selama tidak melanggar aturan yang jelas dan transparan.
Menutup dialognya, Ustaz Felix menyampaikan pertanyaan terbuka kepada pemerintah, mempertanyakan respons mereka terhadap pengibaran bendera One Piece.
“Kalau kalian nggak salah, kenapa takut?” ucapnya.
Aksi ini menuai reaksi beragam di media sosial. Sebagian warganet mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk edukasi publik yang kreatif, sementara sebagian lainnya menilai bahwa momen menjelang hari kemerdekaan kurang tepat untuk aksi semacam ini.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya regulasi yang transparan terkait pemanfaatan ruang publik, sehingga kebebasan berekspresi dan ketertiban umum dapat berjalan selaras. (ray/mel/fir)
Editor : M Firman Syah