Depok - Munculnya asap panas dari dalam tanah di trotoar Jalan Raya Bogor, kawasan Tugu, Cimanggis, Depok, mengejutkan warga sekitar. Asap berbau belerang tersebut terukur bersuhu hingga 70°C. Meski warga telah melaporkan kejadian ini ke PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, penyebab pastinya masih belum ditemukan.
Kejadian ini pertama kali diketahui Evvik Kurniawan, 31, pemilik warung di sekitar lokasi, yang menjelaskan asap keluar dari bawah tiang lampu di trotoar.
"Awalnya dikasih tahu sama tante saya, katanya ada asap dari tanah. Pas saya lihat, ternyata benar keluar asap. Saya ukur suhunya pakai termometer, angkanya sampai 70 derajat Celsius," ujarnya.
Evvik menambahkan, asap terutama muncul pagi hari dan berbau seperti belerang.
"Saya khawatir, takutnya dari kabel atau kebakaran di bawah tanah."
Petugas PLN yang datang ke lokasi menyatakan kabel lampu tidak bermasalah. Namun, asap tetap muncul meski listrik telah dipadamkan.
Warga kemudian melaporkan ke Dishub Depok. Petugas Dishub melakukan penggalian di sekitar tiang lampu dan mematikan aliran listrik.
"Meski kabel sudah tidak dialiri listrik, asap tetap keluar," ujar petugas.
Menurut Evvik, fenomena ini sudah terjadi sekitar satu minggu, awalnya dianggap biasa.
"Awalnya saya kira cuma uap air, tapi baunya aneh dan panas, jadi kami khawatir."
Dugaan sementara menyebutkan asap berasal dari reaksi panas bawah tanah, seperti kebocoran gas, aktivitas geotermal lokal, atau pembakaran limbah dalam tanah. Fenomena serupa pernah terjadi di Bintaro pada 2018, yang menurut ahli geologi disebabkan pembakaran sampah organik bawah tanah atau reaksi kimia alami, bukan aktivitas vulkanik.
Meski telah ditinjau sejumlah instansi, sumber dan potensi bahaya asap panas di Depok belum terungkap. Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh demi menjaga keamanan lingkungan. (wfq/ris/fir)
Editor : M Firman Syah