Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Bakul Bakso dan Kuli Angkut Pasir, Roihan Kini Raih Beasiswa Penuh di Unesa Surabaya

Rahmat Sudrajat • Rabu, 13 Agustus 2025 | 21:02 WIB
Roihan Miftah Hilmiy  saat bekerja sebagai kuli angkut pasir di Mojosari. (IST)
Roihan Miftah Hilmiy saat bekerja sebagai kuli angkut pasir di Mojosari. (IST)

RADAR SURABAYA – Perjuangan Roihan Miftah Hilmiy membuahkan hasil manis. Pemuda asal Mojosari ini resmi diterima di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan beasiswa penuh, setelah bertahun-tahun membantu perekonomian keluarga sebagai kuli angkut pasir.

Sejak ayahnya meninggal saat ia duduk di bangku kelas XII SMA, Roihan tak segan membantu ibunya, Rida Andirana, yang berjualan bakso. “Dia itu baik, suka bekerja keras. Saya tidak pernah memaksanya bekerja, tapi dia mau sendiri. Minta uang saja jarang, kalau pun minta paling Rp 5 ribu,” kata Rida, Rabu (13/8).

Di sela kesibukan membantu keluarga, Roihan tetap menyalurkan minatnya di dunia olahraga bela diri Mixed Martial Arts (MMA). Semangatnya yang pantang menyerah membuatnya dikenal sebagai sosok inspiratif di lingkungannya.

Kabar diterimanya Roihan di Unesa dengan beasiswa penuh menjadi anugerah besar bagi sang ibu. “Pesan saya, jaga salat, rajin belajar, terus berbuat baik, dan tetap rendah hati,” ujarnya.

Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Mojosari, Lailatul Nurul Khasanah, ikut menjadi saksi perjuangan Roihan. Ia bersama guru dan alumni sekolah menggalang dana agar Roihan bisa mendaftar kuliah. “Anak seperti ini sayang kalau tidak kuliah hanya karena ekonomi. Dia punya potensi besar dan semangat luar biasa,” tutur Nurul.

Usaha itu membuahkan hasil ketika pihak Unesa memberi beasiswa penuh. Roihan dibebaskan dari Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester.

“Saya kaget sekaligus bersyukur. Rasanya seperti mimpi. Kesempatan ini akan saya jaga. Saya yakin, ini juga berkat doa ibu, keluarga, dan para guru,” ucap Roihan.

Baginya, semua perjuangan ini hanya untuk satu tujuan: membahagiakan sang ibu. “Mimpi saya cuma satu, melihat ibu bahagia. Karena itu saya akan terus berjuang lewat kuliah,” pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Kuli Angkut Pasir #Universitas Negeri Surabaya #Beasiswa Unesa #UNESA #beasiswa tukang bakso unesa