Lumajang - Serangkaian kasus pencurian yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendorong pihak kampus mengambil langkah tegas dengan memulangkan peserta lebih awal demi keselamatan mereka.
Insiden pertama terjadi di Balai Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso. Dua sepeda motor milik mahasiswa Universitas Jember (Unej) dan UIN KHAS Jember dicuri setelah pelaku mencoba membobol tembok dengan cairan kimia yang diduga hidrogen klorida. Gagal merusak tembok, pelaku masuk melalui jendela dapur dan membawa kabur kendaraan.
"Waktu pagi bangun, motor saya dan teman sudah tidak ada. Kami biasa parkir di situ karena dianggap lebih aman," ujar salah satu korban, Ika Wahyu Rohmawati.
Hanya dua hari berselang, aksi pencurian kembali terjadi di rumah Kepala Desa Tempeh Tengah. Dua motor hilang meski pintu dan pagar terkunci rapat. Peristiwa ini terekam kamera CCTV.
Menanggapi situasi tersebut, Universitas Jember menggelar rapat daring bersama sejumlah pihak dan memutuskan menarik 1.328 mahasiswa KKN Kolaboratif dari 105 desa di Lumajang. Keputusan ini mempercepat pemulangan dari jadwal semula pada Rabu (20/8).
"Keputusan ini diambil untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada mahasiswa," kata Ali Badrudin, Sekretaris LP2M Unej bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Sementara itu, Polres Lumajang menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. (wfq/ris/fir)
Editor : M Firman Syah