Sleman – Fenomena langka terjadi di persawahan Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (23/1). Warga setempat dikejutkan oleh kemunculan pola geometris raksasa di tengah hamparan padi siap panen. Pola simetris dan rumit itu membentang dengan diameter sekitar 25–30 meter.
Penemuan ini memicu perhatian nasional. Sebagian warga mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas makhluk luar angkasa atau pendaratan UFO, sementara lainnya menilai sebagai hasil karya manusia.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) saat itu menyatakan pola tersebut buatan manusia. Kesimpulan diambil dari temuan jejak kaki, batang padi patah dan pola yang tidak sempurna. Pernyataan itu diperkuat pengakuan anonim seorang mahasiswa yang menyebut desain tersebut sebagai bagian dari eksperimen seni dan matematika.
Namun, penelitian Universitas Diponegoro memunculkan pendapat berbeda. Tim peneliti menemukan kandungan logam dan nitrogen tinggi pada tanaman, serta batang padi membengkok tanpa patah. Temuan ini memicu keraguan terhadap kesimpulan bahwa pola tersebut sepenuhnya buatan manusia.
Fenomena ini menarik ribuan pengunjung ke lokasi, menyebabkan kemacetan lalu lintas dan bahkan memakan korban jiwa. Meski demikian, Gubernur DIY saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai pola tersebut sebagai karya seni kreatif yang layak diapresiasi.
Hingga kini, 14 tahun setelah kejadian, misteri Crop Circle Sleman belum sepenuhnya terungkap. (dwi/gab/fir)
Editor : M Firman Syah