Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bandung Zoo Ditutup Sementara akibat Konflik Internal, Nasib Satwa Terancam

Muhammad Firman Syah • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:38 WIB
Pertikaian antara SPMD dan YMT, yang kini berada di bawah naungan Taman Safari Indonesia, memunculkan kekhawatiran serius terhadap kelangsungan hidup ratusan satwa, termasuk bayi-bayi yang baru lahir.
Pertikaian antara SPMD dan YMT, yang kini berada di bawah naungan Taman Safari Indonesia, memunculkan kekhawatiran serius terhadap kelangsungan hidup ratusan satwa, termasuk bayi-bayi yang baru lahir.

Bandung - Konflik berkepanjangan antara dua kubu pengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) berujung pada penutupan sementara lokasi oleh pihak kepolisian. Pertikaian antara Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) dan Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), yang kini berada di bawah naungan Taman Safari Indonesia, memunculkan kekhawatiran serius terhadap kelangsungan hidup ratusan satwa, termasuk bayi-bayi yang baru lahir.

Insiden memuncak pada Rabu (6/8), ketika terjadi aksi fisik dan pendobrakan gerbang yang dikunci oleh petugas dari salah satu pihak. Kepolisian akhirnya memutuskan menutup operasional publik Bandung Zoo mulai Kamis (7/8) hingga Sabtu (9/8), sebagai upaya menenangkan situasi.

Meski ditutup untuk pengunjung, aktivitas perawatan satwa tetap diizinkan. Keeper dari SPMD yang bertanggung jawab atas pemeliharaan hewan diperbolehkan masuk untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga.

"Ada belasan bayi satwa, termasuk karnivor, yang butuh perhatian dan pemberian susu setiap pagi," ujar juru bicara SPMD, Sulhan Safii. Ia menyatakan aksi pendobrakan dilakukan demi menyelamatkan bayi-bayi tersebut.

Sementara itu, YMT yang dipimpin John Sumampauw menilai penutupan tersebut merupakan langkah pengamanan atas aset milik negara. Menurutnya, tindakan tersebut didasarkan pada Berita Acara Penitipan Barang Bukti dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

"Kami diperintahkan Kejati untuk menjaga aset Pemkot, termasuk memastikan satwa tetap terurus," kata John. Ia membantah tuduhan pengusiran keeper dari kubu lawan, bahkan menyebut timnya justru diusir oleh pihak tak dikenal.

John juga menyampaikan bahwa pakan satwa sempat tertahan akibat gerbang digembok dari luar. Namun, ia memastikan timnya tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan hewan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung mempertimbangkan pencabutan izin lembaga konservasi Bandung Zoo dan menyerahkan pengelolaannya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jika opsi ini diambil, pengelolaan akan dialihkan ke tim sementara yang ditunjuk langsung oleh menteri.

"Ini tindak lanjut dari rapat bersama Kemenhut April lalu. Jika damai tidak tercapai, pengelolaan bisa dialihkan," ujar John.

Sebagai langkah awal penyelesaian, YMT berencana menarik sejumlah satwa pinjaman dari Taman Safari, termasuk jerapah, lechwe, gnu, dan satwa atraksi lainnya. (wid/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#konflik internal #satwa #YMT #ditutup #terancam #kebun binatang #SPMD