RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Jatim yang merantau di Provinsi Lampung untuk menjaga persaudaraan, merawat keguyuban, dan menjadi teladan dalam membangun harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
"Di mana pun panjenengan berada, itu adalah buminya Allah. Maka bawalah kebaikan, kedamaian, dan kerukunan ke mana pun panjenengan melangkah," ujar Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahim di Bandar Lampung.
Ia juga mengajak masyarakat Lampung yang berasal dari Jawa Timur agar terus menjadi duta kebaikan dan menghindari potensi konflik dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam.
Menurutnya, silaturahim tidak hanya menjadi ajang pertemuan semata, tapi juga momentum memperkuat konektivitas antardaerah, khususnya antara Jawa Timur dan Lampung. Khofifah menyebut konektivitas itu bisa dibangun melalui berbagai bidang seperti ekonomi, budaya, sosial, pendidikan, hingga kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut mengapresiasi pelaku seni dan budaya asal Jatim di Lampung, terutama generasi muda yang terus melestarikan budaya seperti Tari Remo dan Reog Ponorogo. Ia menyebut paguyuban warga Jatim di Lampung merupakan representasi peradaban Nusantara yang perlu dijaga dan dirawat.
"Paguyuban ini tidak hanya jadi tempat berkumpul, tapi juga representasi peradaban Nusantara. Kita punya tanggung jawab untuk merawat harmoni, budaya, dan kolaborasi antardaerah," katanya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa Museum Reog Ponorogo akan diresmikan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo, 11 Agustus mendatang. Museum ini akan menjadi ikon budaya nasional.
Sementara itu, Penasihat Paguyuban Masyarakat Jatim di Lampung, Kolonel (Purn.) Sutomo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Khofifah. Ia menilai kehadiran Khofifah menjadi bentuk nyata komitmen dalam menjaga ikatan emosional dan kekeluargaan.
"Beliau membawa semangat guyub rukun dan solidaritas," ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek