Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ancaman Kekeringan di Jatim Menurun, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi

Muhammad Firman Syah • Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:10 WIB
Curah hujan tinggi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Curah hujan tinggi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat tren penurunan ancaman kekeringan di wilayah setempat. Sejumlah daerah bahkan masih mengalami curah hujan yang cukup tinggi.

Tahun lalu, kekeringan melanda sekitar 819 desa. Tahun ini, jumlahnya diprediksi menurun menjadi 815 desa yang tersebar di 26 kabupaten/kota.

"Karena kita tahu hari ini juga masih ada beberapa wilayah yang mengalami hujan, sehingga ketersediaan air sangat cukup di daerah tersebut," ujar Kepala BPBD Jatim Gatot Subroto, Selasa (5/8).

Meski ancaman menurun, BPBD Jatim tetap menyiapkan langkah antisipasi, antara lain penyediaan suplai air bersih, pemetaan wilayah rawan, serta mitigasi bencana kekeringan dan kebakaran hutan, khususnya di Kabupaten Madiun.

"Kami mulai menurunkan tim ke lapangan. Fokusnya adalah pemantauan ke desa-desa yang berisiko kekurangan air bersih dan daerah dengan potensi karhutla," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis.

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, Desa Sirapan dan Desa Bodag menjadi prioritas pemantauan karena masih mengandalkan sumber air tanah dan air sungai.

"Hingga saat ini belum ada laporan penurunan debit air sungai yang signifikan. Tapi pemantauan terus kami lakukan, terutama dari agen-agen wilayah," tambah Boby. (bil/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#iklim #bpbd #Jawa Timur #antisipasi #kekeringan